Terminal yang tidak terlalu besar ini hanya memiliki 6 buah lajur keberangkatan saja. Bus Patas hanya berangkat dari lajur 1 (Surabaya – Malang) dan 6 (Banyuwangi – Situbondo) saja. Sisanya, merupakan jalur keberangkatan bus reguler semua. Jangan bayangkan terminal ini adalah terminal bus besar yang memiliki area kedatangan dan keberangkatan. Bagi anda yang baru saja datang, anda bisa saja langsung berganti bus di titik penurunan penumpang tanpa harus masuk ke peron keberangkatan lagi, cukup pindah jalur saja. Biaya masuk peronnya sendiri cukup murah, Rp 200 saja. Deretan warung makanan dan makan yang tertata rapih menyambut anda di sisi kiri. Saya sich nggak berniat makan disini karena masih pagi. Beberapa hal yang menyita perhatian saya ialah benda-benda yang dijual di terminal ini. Saya melihat adanya gunungan apel, salak, dipajang di tiap-tiap warung makan. Beberapa diantaranya menjual Madu Bondowoso yang dikemas dalam bentuk anyaman keranjang. Unik. Anehnya, saya justru nggak melihat adanya mangga yang merupakan identitas Probolinggo disini. Mungkin belum waktunya berbuah kali yach?
Terminal yang tidak terlalu besar ini hanya memiliki 6 buah lajur keberangkatan saja. Bus Patas hanya berangkat dari lajur 1 (Surabaya – Malang) dan 6 (Banyuwangi – Situbondo) saja. Sisanya, merupakan jalur keberangkatan bus reguler semua. Jangan bayangkan terminal ini adalah terminal bus besar yang memiliki area kedatangan dan keberangkatan. Bagi anda yang baru saja datang, anda bisa saja langsung berganti bus di titik penurunan penumpang tanpa harus masuk ke peron keberangkatan lagi, cukup pindah jalur saja. Biaya masuk peronnya sendiri cukup murah, Rp 200 saja. Deretan warung makanan dan makan yang tertata rapih menyambut anda di sisi kiri. Saya sich nggak berniat makan disini karena masih pagi. Beberapa hal yang menyita perhatian saya ialah benda-benda yang dijual di terminal ini. Saya melihat adanya gunungan apel, salak, dipajang di tiap-tiap warung makan. Beberapa diantaranya menjual Madu Bondowoso yang dikemas dalam bentuk anyaman keranjang. Unik. Anehnya, saya justru nggak melihat adanya mangga yang merupakan identitas Probolinggo disini. Mungkin belum waktunya berbuah kali yach?
Label:
Jawa Timur
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 komentar:
Post a Comment