Berada di sisi barat Teluk Kupang, anda akan berjumpa dengan pub ini setelah berjalan melewati deretan toko di Jalan Garuda. Bentuk bangun
Saat saya menghampiri pub tersebut, tiba-tiba terdengar suara anjing menyalak dan dilanjutkan dengan suara seorang pria “Come In”. Siang itu, Mr. Edwin Lerrick tampak sedang menikmati makan siangnya sambil surfing dan chat di komputer pribadinya. Mungkin karena mengira saya adalah seorang turis asing maka saya diajak bicara dalam bahasa Inggris. Namun, saya segera memperkenalkan diri sebagai warga Indonesia dan kami pun segera bercakap-cakap dengan bahasa Indonesia.
Ruangan yang berukuran sedang tersebut dipenuhi oleh meja dan kursi plastik. Di dinding seputar bar terdapat beberapa papan informasi yang berisi jadwal keberangkatan kapal, peta Indonesia, peta Nusa Tenggara Timur, pesan-pesan orang yang berkunjung, foto-foto perjalanan dan banyak lainnya yang menurut saya sangat membantu turis dalam mendapatkan informasi. Beberapa lainnya tampak masih ditutupi oleh terpal, mungkin L’Avalon baru saja membuka pub-nya hari itu? Beberapa informasi situs diving di Indonesia dan buku-buku Lonely Planet tersebar di atas meja utama. Di pojok dinding yang menghadap laut, terdapat sebuah rak kaca yang b
Mr. Edwin Lerrick sendiri bertampang keras dengan wajah yang tampak seperti keturunan Kaukasian. Walaupun demikian, pria ini sangat ramah dan informatif. Beliau menanyakan keperluan saya datang ke Kota Kupang sambil membicarakan masalah seputar pariwisata, hingga topik-topik yang hangat di masyarakat. Tampaknya penurunan jumlah turis juga berimbas hingga ke kota ini. Kupang, walaupun tidak termasuk dalam kunjungan teratas warga lokal Indonesia, ternyata justru lebih ramai dikunjungi oleh turis-turis asing yang terutama berasal dari Australia. Namun, situasi keamanan lokal dan global serta kacaunya sistem birokrasi dan politik di Indonesia, tak urung menurunkan jumlah turis mancanegara secara signifikan. Konon, sebelum tahun 2000, Kupang banyak dipenuhi oleh turis asing. Namun kini, hanya tampak segelintir saja dan itu pun berada di lokasi-lokasi tertentu. Bagi anda yang ingin menambah wawasan anda, boleh datang berkunjung dan mengobrol dengan Mr. Edwin Lerrick ini. Beliau mempunyai segudang pengetahuan yang terutama be
Berdasarkan informasi, keluarga Lerrick adalah keluarga yang cukup terpandang di Kota Kupang karena memiliki beberapa bidang usaha pariwisata seperti hotel, misalnya. Keluarga Lerrick sendiri berasal dari Belanda yang pindah menetap di Indonesia, terutama Kupang. Disini, anak-anaknya beranak pinak dengan warga lokal. Walaupun bertampang Kaukasian dan pernah tinggal di luar negeri, Mr. Edwin Lerrick adalah asli warga Kota Kupang, begitu katanya.
pub nya sederhana aja ya..
ReplyDeletetp view nya keren.bikin betah lama2 di pub itu.
thanks atas liputannya.:0
hohoho...sederhana tapi L'Avalon ini super terkenal loch di mata wisatawan :D sampai masuk LonelyPlanet beberapa kali :)
ReplyDelete