Hampir semua penumpang menikmati makan siang di rumah makan yang menjual sop konro. Rumah makan ini tampak sudah sangat biasa menerima kunjungan penumpang bus yang transit di tempat ini. Kini, bus sudah terisi penuh. Rata-rata, penumpang yang naik dari Tandukkalua dan Sumarorong tidak menikmati makan siang. Mungkin mereka sudah mengisi perut terlebih dahulu di rumah, barangkali yach? Sop konronya sama seperti yang anda bayangkan. Satu mangkuk sup dengan isian potongan daging dan tulang iga sapi. Rasanya enak, menurut saya. Seperti biasa, nasi tersedia dalam bakul plastik dimana kita bisa mengambil sesuka hati. Nggak hanya menjual sop konro, rumah makan ini juga menjual roti Maros, kuliner dari Maros yang khas. Dengan harga Rp. 5.000 per bungkus, anda sudah bisa mendapatkan sebungkus roti enak ini. Untuk Sop Konro, harga satu porsi sup ditambah nasi satu bakul seharga Rp. 15.000. Sudah pas banget untuk mengganjal perut sepanjang perjalanan sampai sore nanti menjelang. Siap beranjak lagi?
Hampir semua penumpang menikmati makan siang di rumah makan yang menjual sop konro. Rumah makan ini tampak sudah sangat biasa menerima kunjungan penumpang bus yang transit di tempat ini. Kini, bus sudah terisi penuh. Rata-rata, penumpang yang naik dari Tandukkalua dan Sumarorong tidak menikmati makan siang. Mungkin mereka sudah mengisi perut terlebih dahulu di rumah, barangkali yach? Sop konronya sama seperti yang anda bayangkan. Satu mangkuk sup dengan isian potongan daging dan tulang iga sapi. Rasanya enak, menurut saya. Seperti biasa, nasi tersedia dalam bakul plastik dimana kita bisa mengambil sesuka hati. Nggak hanya menjual sop konro, rumah makan ini juga menjual roti Maros, kuliner dari Maros yang khas. Dengan harga Rp. 5.000 per bungkus, anda sudah bisa mendapatkan sebungkus roti enak ini. Untuk Sop Konro, harga satu porsi sup ditambah nasi satu bakul seharga Rp. 15.000. Sudah pas banget untuk mengganjal perut sepanjang perjalanan sampai sore nanti menjelang. Siap beranjak lagi?
Label:
Sulawesi Barat
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 komentar:
Post a Comment