Makassar memiliki aksaranya sendiri, banyak dipakai pada jaman Kerajaan Gowa-Tallo. Selain Makassar, ada sejumlah daerah yang saya amati memiliki aksara yang ditonjolkan lewat nama jalan, misalnya Bali, Yogyakarta dan Pangkal Pinang. Ini menjadi unik, sebab aksara Makassar berbentuk siku seperti tanda staccato dalam musik (^) maupun kebalikannya dan variasi dari keduanya.
Makassar memiliki aksaranya sendiri, banyak dipakai pada jaman Kerajaan Gowa-Tallo. Selain Makassar, ada sejumlah daerah yang saya amati memiliki aksara yang ditonjolkan lewat nama jalan, misalnya Bali, Yogyakarta dan Pangkal Pinang. Ini menjadi unik, sebab aksara Makassar berbentuk siku seperti tanda staccato dalam musik (^) maupun kebalikannya dan variasi dari keduanya.
Label:
Sulawesi Selatan
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
aksara lontara ya namanya klu ga salah..
ReplyDeletehehehe...aku malah ga tau namanya....:">
ReplyDeletemaap....
kenapa Lontara Cie? ada hubungannya dengan Lontar?
Lontara adalah aksara tradisional masyarakat Bugis-Makassar. Bentuk aksara lontara menurut budayawan Prof Mattulada (alm) berasal dari "sulapa eppa wala suji". Wala suji berasal dari kata wala yang artinya pemisah/pagar/penjaga dan suji yang berarti putri. Wala Suji adalah sejenis pagar bambu dalam acara ritual yang berbentuk belah ketupat. Sulapa eppa (empat sisi) adalah bentuk mistis kepercayaan Bugis-Makassar klasik yang menyimbolkan susunan semesta, api-air-angin-tanah. Huruf lontara ini pada umumnya dipakai untuk menulis tata aturan pemerintahan dan kemasyarakatan. Naskah ditulis pada daun lontar menggunakan lidi atau kalam yang terbuat dari ijuk kasar (kira-kira sebesar lidi..
ReplyDeleteSalam kenal dari Makassar...
saefuddinmuslimin.blogspot.com
Halo Saudara Saefuddin Muslimin
ReplyDeleteSalam kenal dan salam sejahtera :)
Terima kasih untuk infonya yang mendetail akan Aksara Lontara ini :) Pengetahuan saya jadi bertambah nich. Mudah-mudahan pembaca lain banyak yang terbantu yach :D
Terima kasih