Saat ini, saya sedang berada di Kya-Kya Surabaya, bingung ingin memilij Mesjid Sunan Ampel atau Kelenteng Kong Co Kong Tik Cun Ong. Keduanya memang tidak terlalu jauh namun, dari posisi saya berdiri, tampaknya Kelenteng lebih dekat walaupun posisinya agak masuk ke wilayah gang kecil. Iseng-iseng, saya bertanya kepada salah seorang pemilik toko. Beliau menyarankan saya agar berkunjung ke kelenteng saja karena lebih dekat selain itu pertimbangan lainnya adalah waktu yang sudah malam. Ternyata, dari pintu keluar Kya-Kya, kelenteng berada tidak terlalu jauh, hanya sedikit berbelok ke arah kiri saja. Tak lama berjalan, kelenteng sudah tampak di antara padatnya rumah-rumah bergaya Chinese kuno dan gang-gang yang sempit. Tidak adanya symbol atau papan nama apapun membuat saya sedikit kebingunan. Dimanakah pintu masuk utama kelenteng ini? Setelah sedikit berputar-putar, akhirnya saya meyakini satu pintu sebagai titik masuk kelenteng ini. Pintu ini berukuran kecil, diapit oleh dua bangunan utama kelenteng tersebut.
Saat ini, saya sedang berada di Kya-Kya Surabaya, bingung ingin memilij Mesjid Sunan Ampel atau Kelenteng Kong Co Kong Tik Cun Ong. Keduanya memang tidak terlalu jauh namun, dari posisi saya berdiri, tampaknya Kelenteng lebih dekat walaupun posisinya agak masuk ke wilayah gang kecil. Iseng-iseng, saya bertanya kepada salah seorang pemilik toko. Beliau menyarankan saya agar berkunjung ke kelenteng saja karena lebih dekat selain itu pertimbangan lainnya adalah waktu yang sudah malam. Ternyata, dari pintu keluar Kya-Kya, kelenteng berada tidak terlalu jauh, hanya sedikit berbelok ke arah kiri saja. Tak lama berjalan, kelenteng sudah tampak di antara padatnya rumah-rumah bergaya Chinese kuno dan gang-gang yang sempit. Tidak adanya symbol atau papan nama apapun membuat saya sedikit kebingunan. Dimanakah pintu masuk utama kelenteng ini? Setelah sedikit berputar-putar, akhirnya saya meyakini satu pintu sebagai titik masuk kelenteng ini. Pintu ini berukuran kecil, diapit oleh dua bangunan utama kelenteng tersebut.
Label:
Jawa Timur
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
woww! lama ta basua posting-an udah bludak :)
ReplyDeletehihihi....uakeh postinganne...:p
ReplyDeleteklenteng itu historis nya apa mar?
ReplyDeletehehehe...ga ada :P
ReplyDeletekarena masuk dalam tempat wisata di Lonely Planet, jadi yah tak kunjungi. historisnya ga ada. sama kayak kelenteng2 lainnya rasanya :D lagian ini wisata penghabisan ketika hari menjelang malam koq :P
tapi kalo liat foto-mu ya cak, yang kiri atas itu. memberi rasa nih kelenteng udah tua banget
ReplyDeleteops..
kecuali helm-nya :)
hihihi...itu intinya, nuansa baru dan lama bercampur jadi satu...kekeke...:D
ReplyDelete