Terminal itu kosong. Tidak seperti terminal kota besar yang saya bayangkan, Terminal Kudus sepi. Tidak banyak angkot mengetem di terminal ini. Jangankan angkot, bus saja tidak terlalu banyak menunggu penumpang di tempat ini. Posisinya sebagai kota perlintasan memang membuat Kudus tidak terlalu banyak dijadikan tempat perhentian. Bagi mereka yang bepergian jauh, Kudus masih terlalu dekat dari Semarang. Kecuali memang mereka memiliki tujuan khusus di Kudus, rasanya jarang sekali turis atau pelancong yang berhenti di kota ini. Walau demikian, jangan salah dan jangan sedih, Kudus memiliki beberapa objek wisata yang layak untuk diperhitungkan seperti misalnya Masjid Agung Kudus yang penampilan fisik menaranya justru lebih menyerupai candi Hindu dibanding wujud mesjid yang biasa kita kenal. Menara Kudus ini sangat terkenal dan terkadang, bahkan menjadi ikon dari Kota Kudus itu sendiri. Objek lain yang mengharumkan nama Kudus adalah Museum Rokok Kretek-nya Djarum yang terdapat di kota ini. Sesuai namanya, pabrik rokok Djarum yang terkenal se-Indonesia itu juga memiliki pabriknya di tempat ini. Kudus sendiri dikenal sebagai kota cikal bakal rokok kretek di Indonesia. Kudus memiliki sebuah gunung yang terletak agak ke utara dan menjadi terkenal lantaran salah seorang Wali yang menyebarkan agama Islam di Pulau Jawa, Sunan Muria, memiliki makam di lereng gunung ini. Gunung ini bernama Gunung Muria.
Kudus sendiri berasal dari kata Al-Quds yang artinya suci. Di seluruh Jawa, Kudus adalah satu-satunya nama kota yang diadopsi dari bahasa Arab. Selain Rokok, Sunan Muria, dan Menara Masjid Agung Kudus, Kudus juga terkenal akan kuliner khasnya yakni Jenang atau yang biasa kita kenal sebagai dodol. Salah satu Jenang Kudus yang cukup terkenal dan memiliki nama hampir di seantero negeri adalah Jenang Mubarok. Jenang asli Kudus ini memiliki papan reklame tersebar dimana-mana, di penjuru kota. Kalau anda tertarik akan kuliner yang agak berat, Anda harus mencoba Soto Kudus dan Garangasem. Kedua makanan ini sangat terkenal akan kelezatan dan kenikmatannya serta berasal dari Kudus. Walaupun peredarannya sudah cukup meluas sehingga kita bisa menemukan Soto Kudus atau Garangasem di Jepara, Pati, atau Rembang, namun keaslian makanan khas dari Kudus ini paling tepat disantap di tempat asalnya. Mulai dari restoran hingga pedagang kaki lima, hampir semuanya menyediakan menu ini.
Di Kudus juga, saya menemukan sejumlah warga berbicara dalam bahasa kromo yang super halus, lebih sering daripada di Solo sekalipun! Misalnya, mereka mengatakan “Mriki” yang bermakna disini. Umumnya mereka mengatakan “mriki” untuk berhenti di tempat yang diinginkan. Beberapa warga juga mengatakan “Setunggal” yang bermakna satu. Umumnya mereka mengatakan “Setunggal” ini saat akan dimintai biaya oleh sang supir., Setunggal artinya satu orang saja. Sebelum keluar kota Kudus, arah Bae, angkot akan disesaki oleh puluhan ibu-ibu yang –entah- tampaknya baru saja mengikuti berbelanja sayur dan memasak bersama sehingga mereka ingin pulang. Angkot luar biasa penuhnya! Waktu memasuki kecamatan Bae, wah, saya sudah senang! Penderitaan saya akhirnya berakhir pula. Kenyataannya, Kantor Camat Bae masih cukup jauh ditempuh dari Kota Kudus. Rasanya dinding kantor-kantor pemerintahan tidak putus-putusnya saya lihat namun Kantor Camat Bae belum tiba juga. Total perjalanan dengan menggunakan angkot dari Terminal kudus ke Bae adalah satu jam. Padahal, dalam kondisi normal, jarak tersebut dapat dicapai dalam 15 menit saja loch. Aneka hotel dan rumah makan mendominasi wajah kota ini, terutama yang berada di gerbang masuk . Anda harusnya nggak perlu ketakutan saat berada di Kudus. Sudahkah Kudus masuk dalam daftar rute perjalanan anda?
wah saya dulu cuma lewat Kudus di tengah malam, gak pake mampir. hmmm, ditunggu posting selanjutnya. sapa tau ada yg menarik saya berkunjung ke sana ;-)
ReplyDeletehihihi...berhubung waktunya sempit, saya malah nggak sempet jalan2 ke Kudus *penasaran sama Menara Kudus dan Museum Kreteknya*. Postingan selanjutnya malah saya sudah akan meninggalkan Kudus. Praktis, murni kunjungan saya ke Kudus untuk menghadiri pernikahan sahabat saya :)
ReplyDelete