Sayangnya, pada hari itu tidak tampak ada kegiatan upacara keagamaan sehingga suasana di dalam pura cukup sepi. Tambahan lagi, saya sendiri bukan pemeluk agama Hindu sehingga saya sudah harus cukup puas berdiri di depan pintu gerbang pura dan menaikmati pemandangan pura yang sedemikian cantik. Walaupun pintu gerbang pura hanya ditutup ala kadarnya saja, saya tidak berani melanggar kesucian tempat tersebut dengan menerobos masuk atau melangkahi pintu gerbang tersebut. Berfoto dengan gerbangnya yang megah sudah memuaska
Untuk anda yang beragama Hindu mungkin dapat masuk sekaligus bersembahyang di dalam pura sekaligus menikmati interiornya yang sudah pasti cantik. Agar tidak terlalu kecewa, saya berfoto dengan eksterior pura mulai dari gerbang, gapura, bangunan yang menyertainya, papan penanda pura yang diresmikan Bapak Tarmizi Taher, Menteri Agama pada waktu itu serta hiasan patung penjaga pura yang saya sendiri kurang mengerti namanya apa. Ada teman saya menyebut itu Buto Ijo atau Buto Kala tapi saya tidak terlalu yakin sehingga saya tidak menyebutkan nama patung tersebut disini. Silahkan enjoy Pura Pitamaha melalui jepretan saya.
di pusat kota kan? hmmm...kyknya layak dikunjungi (advanture)
ReplyDeletelagi di Palangka Raya yah Jeung? ^^
ReplyDelete