Ada yang menarik pagi itu di kala saya baru saja menjejakkan kaki di Rantepao, ibukota Toraja Utara. Beberapa penarik becak dan ojek mengerumuni para penumpang yang baru saja turun dari bus dimana salah satu diantaranya ialah saya. Seperti biasa, mereka menawarkan jasa mereka untuk mengantarkan penumpang ke pelosok Rantepao. Saya menolak tawaran mereka dengan senyum karena saya tahu lokasi yang saya tuju, Wisma Maria II dekat dengan kantor perwakilan Litha di Rantepao. Mereka terus meneruskan penawaran mereka bahkan ketika saya mulai beranjak. Padahal saya sudah bilang lokasi yang saya tuju dekat loch. Dan di kala itulah, saya melihat becak yang mereka gunakan untuk menarik penumpang. Di pagi yang masih berkabut itu, di kala banyak anak-anak sekolah berjalan menuju sekolahnya, puluhan (bisa jadi ratusan kali yach?) becak berseliweran lalu lalang dan sebagian lainnya mangkal di tepi jalan.
Ada yang menarik pagi itu di kala saya baru saja menjejakkan kaki di Rantepao, ibukota Toraja Utara. Beberapa penarik becak dan ojek mengerumuni para penumpang yang baru saja turun dari bus dimana salah satu diantaranya ialah saya. Seperti biasa, mereka menawarkan jasa mereka untuk mengantarkan penumpang ke pelosok Rantepao. Saya menolak tawaran mereka dengan senyum karena saya tahu lokasi yang saya tuju, Wisma Maria II dekat dengan kantor perwakilan Litha di Rantepao. Mereka terus meneruskan penawaran mereka bahkan ketika saya mulai beranjak. Padahal saya sudah bilang lokasi yang saya tuju dekat loch. Dan di kala itulah, saya melihat becak yang mereka gunakan untuk menarik penumpang. Di pagi yang masih berkabut itu, di kala banyak anak-anak sekolah berjalan menuju sekolahnya, puluhan (bisa jadi ratusan kali yach?) becak berseliweran lalu lalang dan sebagian lainnya mangkal di tepi jalan.
Label:
Sulawesi Selatan
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Aduuh.. becak modern alias SITOR. haha.
ReplyDeleteduh, banyak banget info tentang Toraja mas!
aku promosi ahh
SITOR? apaan tuh?
ReplyDeletehihihi...thanks udah datang :D