Brief Fact About Palembang

Palembang sebagai kota terbesar kedua di pulau Sumatera setelah Medan memang memiliki ciri khas sendiri sebagai kota unik. Letaknya di dataran rendah cenderung dekat dengan pesisir membuat hawa kota ini panas tanpa adanya pemandangan pegunungan yang dapat dinikmati mengingat pegunungan dan bukit barisan masih raturan kilometer jauhnya dari kota ini. Palembang dialiri oleh sungai terbesar di Pulau Sumatera yakni Sungai Musi. Secara umum juga, Sungai Musi ini membelah kota menjadi dua bagian yakni bagian ilir, lokasi Bandara hingga Benteng Kuto Besak berada dan bagian ulu, daerah Jaka Baring hingga menuju ke arah Plaju. Secara umum juga, Bagian ilir dicirikan dengan pusat perekonomian, kantor pemerintahan, hotel dan segala pusat aktifitas keramaian lainnya. Sedangkan pada bagian Ulu, didominasi oleh perumahan, salah satunya yang terkenal adalah Perumahan Pertamina Bagus Kuning, kantor pemerintahan, gedung olahraga dan kampung atlit. Pada bagian Ulu, anda dapat melihat rumah rakit dan rumah bergaya Sumatera yang memang unik, dicirikan dengan kayu-kayu dan papan. Bagian Ulu dan Ilir disatukan dengan Jembatan Ampera yang dahulu difungsikan sebagai jembatan angkat bagi kapal-kapal besar yang akan melintas di bawah Ampera. Sayangnya, kini sudah berkarat sehingga tidak dapat dipergunakan lagi sehingga fungsinya hanya sebagai jembatan biasa saja dengan arsitektur yang menarik.
Fakta hitam yang tentu saja tidak menyenangkan tentang Palembang adalah isu keamanan yang memang menjadi ciri khas daerah ini. Memang, kondisi ini sudah sangat membaik dibanding beberapa tahun lalu ketika tujah (penusukan) dan penjambretan menjadi marak di daerah ini. Namun, sekarang yang patut diwaspadai menurut penduduk setempat adalah bagian Ulu yang masih cenderung rawan dan keamanan selepas matahari terbenam di hampir seluruh bagian Palembang. Tanpa bermaksud untuk menurutkan kualitas kota ini, kita memang harus waspada dan humble di manapun kita berada agar terhindar dari tindak kejahatan, bukan hanya di Palembang saja.
Kondisi jalan di Palembang sebenarnya cukup rapi dan teratur. Hanya saja, pembangunan flyover yang sudah bertahun-tahun tidak selesai di tengah-tengah jalan Sudirman membuat akses sedikit terhambat dan saya menyarankan untuk memutar apabila anda memiliki pilihan tersebut. Hal lainnya adalah kurang tersedianya taksi yang dapat diandalkan sebagai angkutan umum dalam kota. Di sisi lain, angkutan umum yang ada seperti bus kota maupun angkutan umum tidak begitu disarankan bahkan oleh orang palembang sendiri. Walaupun demikian, kota yang terkenal dengan Jembatan Amperanya ini tetap menarik untuk dikunjungi karena memiliki banyak objek menarik sebagai tanda bahwa anda telah berkunjung ke kota ini.

1 komentar:

  1. If im in the situation of the owner of this blog. I dont know how to post this kind of topic. he has a nice idea.

    ReplyDelete