Akhirnya, Wisma Permata Di Makassar!

Satu tujuan saya begitu sampai Kota Makassar, check in! Setelah berletih-letih dalam bus selama 10 jam, keringat, capek, asap rokok, p*ntat tepos karena duduk terus, hal yang paling tepat untuk dilakukan adalah check in, mandi, dan tidur. Saya sudah menyiapkan satu buah hotel yang sekiranya siap menampung saya begitu saya berkunjung ke area pusat kota ini. Pilihan saya jatuh pada Losmen Semeru yang berada di Jalan Jampea. Ketika ditelepon guna cek harga, rate yang berlaku adalah Rp. 70.000. Cukup murah mengingat saya hanya sendirian dan tidak bisa share kamar. Kalau udah kayak gini, milih yang murah-murah aja dech...hahaha.
Dari Lapangan Karebosi (atau Karebosi Link), berjalanlah ke arah barat, menyebrang Jalan Kajaolalido dan kemudian menyebrang jalan besar Jalan Achmad Yani untuk kemudian masuk ke sebuah jalan yang (agak) gelap. Inilah Jalan Jampea dimana Losmen Semeru berada. Penanda paling jelas untuk kawasan ini adalah deretan ruko dengan Hotel Yasmin yang berada di depannya. Jangan kuatir, walaupun gelap, namun jalan tersebut cukup ramai dilalulalangi manusia. Hanya saja, gelapnya penerangan jalan mungkin sedikit banyak akan membuat anda (dan saya) berpikir yang tidak-tidak mengenai jalan ini. Setelah berjalan sekitar kurang lebih 500 meter, sampailah saya di Losmen Semeru yang ternyata tidak ubahnya sebuah ruko yang difungsikan sebagai penginapan. Bentuk bangunannya sama sekali tidak mencerminkan hotel yang saya pernah bayangkan. Bentuk ruko secara jelas menandai tempat ini. Ditambah dengan tidak adanya papan petunjuk nama losmen, hanya nama jalan dan nomornya saja, membuat tempat ini semakin terlihat seperti ruko biasa. Sayangnya, malam itu, Losmen Semeru penuh. Bahkan untuk kamar yang lebih mahal dari Rp. 100.000 sekalipun. Gleg. Saya harus ngapain nich sekarang?
Di tengah kebingungan itu, bapak penjaga losmen yang duduk di depan losmen menyarankan saya untuk berjalan masuk ke dalam Jalan Jampea dan percabangannya. Di dalam sana ada 3 hotel serupa dengan harga serupa juga. Salah satu diantaranya, ia menyebut Wisma Permata. Bapak tersebut tidak menyebutkan nama jalan si Wisma Permata, namun ia hanya menyarankan untuk mencari saja di percabangan jalan di dalam. Waduh, malam-malam harus menjelajahi gang dan mencari penginapan? Jujur saja, Jalan Jampea dan percabangannya sangat mengingatkan saya akan kawasan kota lama dimana terdapat beberapa kedai agak gelap yang menjual makanan, tempat karaoke dan sisanya rumah-rumah residensial yang berpagar tinggi. Beberapa kali saya tersesat masuk ke percabangan jalan sehingga butuh bertanya sana sini agar bisa sampai ke salah satu penginapan yang disarankan tersebut,. Saya tidak peduli penginapan mana saja yang saya temui, yang penting saya harus segera check in. Jawabannya muncul ketika saya muncul di Jalan Flores. Wisma Permata menyambut saya.
Hal unik yang pertama saya ingat adalah ada seorang bapak-bapak (tampaknya ia pemilik hotel tersebut) yang menyambut saya dan berkata “Japanese?”. Wah, semua capek saya langsung hilang dan saya ingin ketawa.”Maaf pak, saya dari Jakarta”, demikian kata saya sehingga membuat bapak tersebut kecewa. “Ooh...saya pikir dari Jepang, Pak”, begitu pembelaannya. Entah dia ingin sekali mempraktekan bahasa Inggirs/Jepangnya atau ia bersemangat melihat orang luar, saya tidak tahu. Saya hanya ingin segera check in dan tidur. Memasuki Wisma Permata, saya bertemu dengan lobby yang cukup baik dan berbeda jauh dengan yang tadi saya temui di Losmen Semeru. Kalau Losmen Semeru bernuansa kos-kosan, maka Wisma Permata bernuansa sudah agak hotel. Wisma Permata sudah memiliki lobby. Saya ditawarkan kamar seharga Rp. 100.000, kamar termurah untuk malam itu. Kamar yang lebih rendah sudah habis kata si mbak. Kamar Rp. 100.000 ini ber AC, memiliki kamar mandi dalam, ada televisi satelit, dan sarapan pagi berupa snack. Ya sudah, saya tidak mau berpusing terlalu banyak. Saya iyakan saja. Saat saya akan mengeluarkan KTP, mbak tersebut langsung berkata, “nggak perlu pak! Nggak perlu ribet. Silahkan naik ke lantai 3, diantar oleh bellboy kami”. Oh? Ada juga yach hotel yang tidak terlalu ketat dalam meminta identitas tamunya? Namun saat saya berniat mengeluarkan KTP tersebut, saya baru sadar KTP saya tertinggal di Wisma Maria I, Rantepao, Tana Toraja Utara, 10 jam perjalanan, 300an kilometer dari Makassar. Arrrrgggghhhhhh!
Panik segera menguasai saya namun saya harus segera mengikuti si mas yang memandu saya ke lantai 3. Ternyata, Wisma Permata adalah sebuah bangunan baru. Ini terlihat dari interior kamarnya yang masih terawat rapih dan bersih. Kasur yang akan saya tiduri masih rapih dan sepreinya berwarna putih. Ada sebuah lemari kecil tempat menyimpan barang-barang dan dinding kamar masih bersih. Kamar yang tidak terlalu lebar ini memiliki AC(yang masih baru juga), kamar mandi dalam yang bersih juga dan masih bernuansa baru, televisi kecil 14” yang menayangkan saluran internasional. Handuk dan sabun tersedia di kamar ini jadi anda nggak perlu repot-repot menyiapkan peralatan mandi kalau mau check in di Wisma Permata ini. Cukup menyenangkan dan berharga pas untuk Rp. 100.000 namun akan lebih menyenangkan kalau harga tersebut bisa dibagi dua oleh partner menginap saya. Hiks...
Saya agak heran dengan para tamu-tamu di hotel yang tampaknya baru ramai pada pukul hampir 12 malam. Lalu lalang orang-orang yang tampaknya baru pulang atau entah baru mau keluar baru ramai terdengar pada saat menjelang pukul 12 malam. Orang-orang yang mencari hiburan malam kah? Namun saya tak ambil pusing, segera, setelah saya mandi, makan dan lain-lain, saya segera tidur. Wisma Permata ini tidak memiliki restoran sehingga saya makan malam di luar. Secara tidak normal pula, tampaknya Wisma Permata tidak menyediakan sarapan sama sekali bagi para tamunya. Ada semacam ruang makan di lantai satu di belakang lobby, namun ruangan tersebut cenderung selalu sepi tanpa ada tamu yang menikmati makan mereka. Lemari-lemari di belakang ruang makan tersebut juga kebanyakan memajang benda pajangan dibanding makanan yang hanya menempati sebagian kecil lemari dan sisanya di etalase yang jelas-jelas untuk dijual. Saya baru ngeh keesokan paginya ketika saya bertanya tentang sarapan. Resepsionis atau operator yang menerima telepon saya terkesan bingung ketika saya menanyakan tentang sarapan pagi. Saya bahkan sempat bertanya, “sarapannya diantar ke kamar atau saya harus turun ke bawah?”. Setelah sedikit bingung, ia akhirnya menjawab bahwa sebaiknya saya turun ke bawah. Di bawah, saya pun bingung karena tidak ada yang bertanya saya ingin makan apa atau menawarkan sajian apapun pada pagi itu. Setelah saya bertanya kepada salah seorang staff tentang sarapan, barulah tampaknya mereka tanggap mengapa saya berada di ruang makan tersebut. Jreng! Yang mengejutkan, pemuda tersebut mengeluarkan cangkir-cangkir dari meja pajang (cangkir-cangkirnya masih di dalam kardus loch!). menyediakan teh manis dan memberikan saya sebungkus biskuit kering. Ya, inilah sarapan yang disajikan di Wisma Permata. Satu bungkus biskuit dengan secangkir teh yang tidak terlalu hangat sebenarnya. *gleg*. Yahhh...lumayan lah, saya pikir, daripada nggak dapat sama sekali, toh? Hahaha....Sikap beberapa pegawainya ada yang terlalu cuek terhadap tamu. Saya duduk di ruang makan saja dibiarkan dianggurkan begitu saja tanpa ditanya mau apa atau ada keperluan apa. Ya itu tadi, saya nggak yakin ruang makan tersebut diperuntukkan untuk tamu yang menginap. Ada dua tamu yang tampaknya keturunan hispanik datang dan ikut duduk di ruang makan tersebut bersama saya. Mereka tampaknya merasa ajaib juga dengan sarapan pagi yang ‘ala kadarnya’ tersebut. Tanpa berlama-lama berheran ria, mereka segera memakan makanan tersebut. Walau demikian, ada juga beberapa pegawai yang ramah dan mampu menjawab banyak pertanyaan saya, termasuk rute dan arah jalan. Wisma atau Hotel yang cukup oke sebenarnya, terutama dari segi kualitas kamar dan nilai untuk uang yang dibayarkan. Bangunan yang masih baru membuat hotel ini sangat layak saya rekomendasikan untuk anda yang mencari penginapan murah di pusat Kota Makassar. Minus kelakuan beberapa pegawainya, Wisma Permata ini boleh banget anda coba.

22 komentar:

  1. can i know wisma permata contact number?thx

    ReplyDelete
  2. oppsss...sorry that I forgot to type the Wisma Permata contact number. Here it is : (0411)3655277

    ReplyDelete
  3. Mohon infonya mas, kalo di Wisma Permata yang paling murah berapa harga kamarnya selain 100rb ya? Makasih

    ReplyDelete
  4. Rasanya waktu itu ada deh yg di bawah 100ribu, tapi sayangnya sedang penuh. Jadi yah, terpaksa ambil yang 100ribu saja :D

    ReplyDelete
  5. klo yg losmen semeru punya kontaknya?

    ReplyDelete
  6. bisa minta no tlp wisma permata gak?

    ReplyDelete
  7. teleponnya tercantum di komen. silahkan :)

    ReplyDelete
  8. Arifurrahman_burhanuddinOctober 21, 2012 at 9:37 PM

    seru
    sekali2 kalo kemakssar hbungi saya
    nnti ta temanin jalan2
    arifurrahman

    ReplyDelete
  9. Halo :)

    Terima kasih sudah datang berkunjung. makasih juga untuk tawarannya :D

    ReplyDelete
  10. mas, mas, mas
    mau tanya, klo mau keliling sulawesi selatan kira2 butuh berapa lama, budget berapa, n tempat apa aja yg wajib dikunjungin?
    pinginnya sih semua tempat bener-bener dikunjungi he.
    makasih :)

    ReplyDelete
  11. Mas bro no telp losmen semeru berapa ya? Terimakasih

    ReplyDelete
  12. saya mau nanya, ini wisma permata room ratenya berapa ya?
    alamat lengkapnya dimana? no telp-nya berapa? lalu, apa saja yang menarik disana.
    makasih. :)

    ReplyDelete
  13. berhubung banyak yang bertanya,

    untuk informasi :

    Wisma Permata di Makassar

    Jalan Flores No 3A

    (0411) 3655277


    semoga bermanfaat :D

    ReplyDelete
  14. terima kasih untuk info alamatnya.
    jgn lupa ke kalsel, disana jg byk yg menarik.

    ReplyDelete
  15. sudah, tapi kayaknya perlu kesana lagi untuk jelajah lebih lanjut :D

    ReplyDelete
  16. Ira Yuliantari NiKetutJune 4, 2013 at 9:24 AM

    wisma ini ada proses penjemputan di bandara gaa?

    ReplyDelete
  17. arif bawah dong aku jalan2 ini aku tiba sebentar malam di makassar 081356232508 saya Zaen

    ReplyDelete
  18. di sekitar jalan itu ada namanya wisma city inn. dibelakang KFC. harganya mungkin agak mahal dr 170 rb s/d 250 rb. tetapi fasilitas dan service yang ditawarkan cukup menarik. pelayanan dari security sampai house keeping memiliki pelayanan ala hotel. meski wisma tapi b.fast tetap dilayani. fasilitas kamar jg lumayan bagus. LCD TV, HOT & COOL Water, free wifi, AC, Key card, laundry and massage...jd kalau ke mks coba nginap di wisma city inn dijamin puasssss.....

    ReplyDelete
  19. mungkin sedikit membantu juga

    7 penginapan murah makassar, update september 2013

    http://www.indonesianholic.com/2013/09/7-penginapan-murah-makassar.html

    ReplyDelete
  20. Losmen semeru No cont berapa bray??? Rencana kamis gw ke mkssr

    ReplyDelete
  21. Losmen semeru No cont berapa bray??? Rencana kamis gw ke mkssr

    ReplyDelete
  22. Losmen semeru No cont berapa bray??? Rencana kamis gw ke mkssr

    ReplyDelete