Apabila anda tidak suka masakan padang seperti nasi, rendang, ikan, ayam, paru, ati ampela dan gulai serta daun singkong, anda bisa melirik alternatif lain di sebelah Rumah Makan Singgalang. Ada sebuah warung bakso yang bersisian dengan Rumah Makan Singgalang. Saya sendiri masuk ke dalam warung ini bukan karena mencari makanan namun minuman karena saya baru saja diguncang-guncang oleh bus Kefa – Niki-Niki sehingga saya butuh penyegaran. Sambil terhuyung dan sempoyongan karena mual (untungnya tidak sampai muntah!) saya masuk ke warung bakso ini, tepat di depannya pemandangan indah perbukitan di sekitaar Niki-Niki. Warung ini menjual mie bakso namun saya justru memesan minuman manis dingin. Sayangnya, karena entah Niki-Niki sudah cukup dingin ataupun memang warung ini tidak menyediakan es batu, alhasil, minuman dalam botol yang saya konsumsi tidak dingin. Namun tidak apa-apa, saya sudah tidak memperhatikan rasa minuman yang saya minum. Saya hanya butuh penyegar dahaga di kerongkongan saya.
Sembari mengumpulkan tenaga, saya menonton acara sinetron di sebuah televisi yang diletakkan di sudut warung tersebut. Bayangkan, sinetron! Sungguh kontras melihat kehidupan ibu penjaga warung dan sa
haha ternyata pengaruh sinetron ada dmn mana ya..
ReplyDeletebudaya dan kearifan lokal akan tercemar oleh khayalan tingkat tinggi sinetron murahan.
kayaknya gak ada makanan khas ya disini,kok cuman masakan padang atau bakso aja..
This comment has been removed by the author.
ReplyDeleteiyah...parah...harusnya mereka nonton acara pembuatan Sonaf atau Lopo secara live gt daripada nonton sinetron murahan yang pake dubbingan...*yuck*
ReplyDeletesayangnya gt Nas, padahal gue udah berangan angan bisa icip-icip jagung khas Niki-Niki...eh, malah masakan daerah lain yang ada disini :(
kalau ke daerah niki-niki jangan lupa mencoba makanan yang namanya jagung bose...
ReplyDeletehalo :D
ReplyDeleteJagung Bose asli Niki-Niki tho? saya pikir itu hanya ada di Kupang saja...hehehe
thanks buat infonya ^^