Saya Kangen Daratan! (Tiba di karimunjawa)


Jam 14.30 sore itu. Saya melihat daratan di ujung sana! Cihuiiii!!! Karimunjawa, saya datang! Hmm...saya sudah ingin mengemas barang-barang saya dan bersiap mengenakan tas! Tapi... loch? Tapi koq? Tapi koq? Nggak nyampe-nyampe yach? Rasanya, kapal justru melambat dan nggak sampai-sampai. Padahal, Kota Karimunjawa sudah terlihat tidak jauh dari kapal. Saya bisa melihat rumah-rumah dan rerimbunan pepohonan yang melingkupi tempat tersebut. Memang, Karimunjawa masih asri, masih alami, sangat jelas terlihat dari sisi lautan sini. Di saat seperti ini, saya juga baru sadar, bahwa kapal laut ternyata lambat. Entah mesinnya atau jenis kapalnya yach. Menurut info, jarak antara Karimunjawa dan Kota Jepara (kalau ditarik garis lurus) hanya kurang lebih 80 KM. Apabila dengan kecepatan 40 km/jam, mobil dapat menempuh jarak tersebut dalam 2 jam saja dengan catatan, kalau jalanannya mulus dan lurus dan tanpa macet. Dengan KMP, waktu yang dibutuhkan adalah 6 jam. Hmm.....KMP Kartini harusnya nggak selambat ini yach.
Setengah jam kemudian, adalah waktu yang diperlukan oleh KMP Muria, untuk membuat Karimunjawa terlihat lebih besar di jendela kapal. Ya, kami hampir sampai. Laut yang setengah jam lalu masih berwarna biru tua, sekarang sudah berwarna biru, dengan beberapa bagian berwarna hijau yang berair bening dan menampakkan sisi bagian dalam laut. Wogh! Saya siap kalau harus membuka pakaian saya sekarang dan langsung menyelam dari kapal! Saya siap! Hmm...sayangnya, saya harus menahan diri terlebih dahulu. Nggak ada orang waras yang tampaknya mau melakukan perbuatan tersebut. Hehehe. Seusai kapal merapat, kapal masih harus ditambatkan dengan kencang terlebih dahulu ke dermaga. Mulailah kesibukan para petugas kapal untuk mengencangkan kapal ke sisi dermaga. Jadi, penumpang tidak boleh turun terlebih dahulu. Bersabar dulu deh.
Sekitar 10 menit, barulah tampak kesibukan terjadi di bagian dalam dek. Penumpang berduyun-duyun untuk turun. Para fotografer merapikan lensa dan kamera mereka, para penyelam merapihkan alat-alat diving dan snorkeling mereka, di bagian bawah, para pedagang sayur mulai menggotong-gotong karung sayurnya. Sepeda motor berduyun-duyun mulai menumpuk di pintu gerbang keluar, meraung-raung membunyikan mesin mereka untuk segera ngacir begitu pintu terbuka. Ramai dan tumpah ruahlah manusia di dermaga Karimunjawa. Penjemput tumpah ruah menyambut penumpang yang datang. Mobil-mobil penjemput menampung turis dan penduduk yang datang. Jangan bayangkan bus besar. Beberapa penjemput bahkan menggunakan pick up untuk menampung turis dan manusia yang tiba. Yah, inilah serunya Karimunjawa. Hehehe. Ramai dan riuh sekali. Saya, dijemput oleh Mas Amin, pemandu wisata yang mengelola Wisma Wisata di Karimunjawa. Sebelumnya, saya memang sudah melakukan reservasi akan kamar di Wisma Wisata ini. Sebagai bentuk jasa dan layanan mereka, Wisma Wisata bersedia menjemput kami di dermaga untuk diantar ke lokasi penginapan. Dermaga Karimunjawa tidak terlalu lebar. Dermaga harusnya akan sepi kalau tidak ada KMP Muria yang merapat. Di dekat dermaga, ada satu pendopo besar yang berisi kantor-kantor wisata, informasi wisata, pemandu penyelam, dan kantin. Rasanya, hampir semua informasi yang anda butuhkan bisa tersedia di tempat ini walaupun tidak terlalu lengkap juga sich (stand informasi wisata Karimunjawa pada saat kedatangan, kosong melompong, bahkan brosur pun habis). Ahh...daratan! Saya siap mencium daratan setelah 6 jam yang melelahkan di atas lautan. Selamat datang di Karimunjawa, teman-teman!

7 komentar:

  1. Lomarr ditunggu laporan lainnya dari Karimun Jawa. Termasuk biaya yah... Dulu sempet rencanain pergi kesana, tapi belum kesampaian...
    Cuaca nya bagaimana disana mar?

    ReplyDelete
  2. Siap. Simak terus perjalanan saya di stasiun TV kesayangan anda. hahahaha. Cuacanya, katanya sekarang lagi nda bagus tuh Di. Lautnya lagi ganas. Penyebrangannya katanya banyak yg ketunda atau batal sama sekali. Tapi cek kondisi kantor penyebrangan lokal deh. Siapa tahu ada hari cerah :D

    ReplyDelete
  3. asik udah mendarat. gimana sinyal XL di sana mantap gak?!

    ReplyDelete
  4. Sinyal XL mantap Oom :)
    tiga operator utama : XL, Indosat, Telkomsel, mantap semua. Untuk Axis dan Three kayaknya musti nunggu dulu. Esia...saya nggak yakin...hehehe

    ReplyDelete
  5. oom lomar, kapan dilanjut neh? kayaknya udah lama puasa nulis? hehehe..

    ReplyDelete
  6. Hehehe...Maaf Oom Tri, kerjaan kantor lagi ribet suribet. Otak harus bener-bener relax buat nulis blog nech. *halah* hahaha...maaph yah membuat menunggu ^^

    ReplyDelete
  7. iya nih, udah seminggu lebih masih maen2 di pelabuhan aja. yang ada malah bau ikan :p

    ReplyDelete