Bergelar "Lomar Sinaga" Sekarang

Dengan berakhirnya kunjungan kami ke Salib Kasih, selesailah pula perjalanan saya untuk hari ini di Sumatera Utara. Kami bergegas keluar dan memberikan salam kepada seorang Inang yang berjaga di pintu keluar. Mungkin tampang-tampang kami agak berbeda dari orang kebanyakan namun bisa berhasa Indonesia, jadilah beliau agak “tergoda” untuk menyapa kami sedikit. Pertama-tama beliau menanyakan asal kami yang kami jawab, “saya Orang Indonesia bu, dari Jakarta” dengan maksud agar sang Inang nggak perlu repot-repot mengerahkan kemampuannya dalam berbahasa Inggris, apalagi Korea. Hihihihi. Lalu kemudian ia bertanya lagi, “orang mana?”. Hah? Saya nggak terlalu mengerti maksud pertanyaan ini karena sebelumnya sudah saya jawab kan? Namun, sejurus kemudian saya segera tersadar dan menjawab, “Oh, saya Katolik, Inang, dan teman saya ini Protestan”. Akhirnya sang inang tampaknya tidak basa-basi dan langsung bertanya, “marga apa?”. Oooo...ternyata yang ia tanyakan adalah marga kami. Hohoho. Saya langsung menjawab saya tidak memiliki marga Batak karena memang saya bukan orang Batak. Kemudian ia bertanya lagi, “Orang Cina-kah?”. “Yap, kami orang Cina, Inang”. Lalu dengan tersenyum ia mengucapkan, “kalau begitu, marga kalian adalah Sinaga!”. Hah? Saya berpandangan dengan teman saya...Sinaga? Inang tersebut membaca keruwetan bentuk alis kami dan langsung menjelaskan, “kan tadi saya bertanya, kalian orang Cina, kan? Sina-kan? Sinaga!” sambil tersenyum lebar. Kami yang mengerti maksudnya langsung tersenyum mesem-mesem dan tertawa. Hehehe. Sang inang pun tidak mau ketinggalan, beliau tertawa dan mengatakan agar kami jangan tersinggung karena itu hanya guyonan ringan saja. Oh, tentu tidak Inang! Saya tidak akan tersinggung. “Jadi saya bermarga Sinaga sekarang ya, Inang?”. “Ya, semua orang Cina memang marganya Sinaga di tanah Batak ini...hehehe”, begitu tutupnya. Setelah guyonan ringan yang menghangatkan tersebut, akhirnya kami berpamitan dengan sang Inang yang tampaknya adalah salah satu staff petugas di Taman Wisata Rohani Salib Kasih ini. Saya sama sekali tidak tersinggung, saya malah senang karena sepulangnya dari Salib Kasih, kami diberi gelar kehormatan marga Batak, Lomar Sinaga. Cocok tidak?

4 komentar:

  1. bukannya ngana yang seharusnya dipanggil opung? kalau beta masih anom, teteup awet muda ajyahhh...#apa-sih

    ReplyDelete