Travel Joglosemar Melayani Jepara - Semarang - Yogyakarta

Inilah alternatif lain yang bisa digunakan kalau kita mau menuju Yogyakarta dari Jepara. Seperti yang sudah saya utarakan sebelumnya, pilihan satu-satunya untuk keluar dari Jepara hanyalah bus ¾ yang menurut saya cukup nyaman kalau kita mendapatkan tempat duduk di sisi kaca dengan barang bawaan sedikit. Masalah baru akan muncul kalau kita mendapatkan tempat duduk di sisi lorong dengan barang bawaan cukup banyak. Saya tidak merasakan jok empuk di bawah sana tapi udara kosong. Ya, saya melayang selama perjalananan dan itu harus dibayar dengan harga Rp. 11.000 per orang dari Semarang menuju Jepara (Jepara Shopping Center). Bus ini kemungkinan ada setiap jam tapi begitu malam tiba, frekuensinya akan sedikit sekali. Bus jam 6 sore yang kala itu membawa saya keluar dari Semarang menuju Jepara adalah bus terakhir karena begitu tiba di Jepara, waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam. Untuk anda yang memiliki dana lebih dan tidak mau bergulat dengan ketepatan waktu, mobil pribadi atau carteran adalah solusinya. Tentu, dana perjalanan anda akan membengkak cukup banyak. Bagaimana kalau mau mencari alternatif diantara kedua pilihan tersebut?
Alternatif menarik kalau anda ingin keluar dari Jepara namun tidak mau menggunakan bus kecil ataupun menunggu cukup lama di terminal adalah dengan travel. Salah satu jasa travel yang kami gunakan adalah Travel Joglosemar yang melayani rute Jepara – Semarang kemudian lanjut ke Solo atau Semarang. Sebenarnya, travel ini memiliki banyak trayek, hampir setiap 3 jam atau dengan interval lain. Saya tiba di Hotel Segoro pada pukul setengah 3 sore dan travel pukul 3 sudah siap di depan hotel. Sayangnya, karena saya tidak melakukan booking terlebih dahulu, maka saya mendapat jatah tempat untuk pukul 6 (Kebayang nggak seech nungguin 3 jam di Jepara). Memang sich, penumpang yang booking belum muncul di tempat dan apabila beruntung (dan sedikit berdoa juga) apabila penumpang yang book tersebut tidak muncul-muncul, maka tempatnya bisa dijual ke penumpang walk-in yang menunggu (baca : saya). Saya sudah agak lemas saja memikirkan bahwa saya baru akan berangkat pukul 6 sore dimana kalau dihitung, akan tiba di Yogyakarta sekitar pukul setengah satu pagi dini hari. Tubuh ini rasanya sudah ingin diguyur air dan sabun untuk kemudian tidur di ranjang. Maka dari itu, saya tidak berhenti berharap dan menunggu untuk mendapatkan kursi pada pukul 3 sore ini, lumayan, nggak perlu nunggu cukup lama.
Sambil menunggu, saya berjalan-jalan di sekitar Hotel Segoro. Ada patung yang menggambarkan perjuangan tentara dengan Burung Garuda, lambang Republik Indonesia di depannya. Sayang, selain tidak ada keterangan apapun mengenai monumen tersebut, kolam yang harusnya berisi air tampak kotor dan tidak terawat. Taman kecil lokasi monumen ini berada pun terpagari dan ketika saya masuk tadi, pintunya memang dalam kondisi tertutup. Dari tengah-tengah taman ini, saya bisa melihat sekeliling Kota Jepara. Daerah Hotel Segoro ini masih termasuk pusat kota, ditandai dengan banyaknya toko-toko, warnet dan stasiun pengisian bahan bakar. Saya tidak berlama-lama di depan taman karena matahari masih lumayan terik membakar. Jam 3 sore kurang 5 menit, saya kembali ke pool travel Joglosemar dan mendapati informasi bahwa orang yang sudah membooking tidak jadi datang. Tiket diberikan ke saya. Horeeee! Segeralah, uang Rp. 78.000 berpindah tangan dari saya ke mbak yang mengurusi reservasi tiket. Tiket seharga Rp. 78.000 itu sudah mencakup perjalanan dari Jepara ke Semarang dan kemudian berganti moda di Semarang menuju Yogyakarta.
Di dalam travel minibus berkapasitas sekitar 12 orang tersebut, saya diberikan segelas air minum sebagai bekal perjalanan. Travel Joglosemar ini memang sangat nyaman dan lega. Saya sampai tidak sempat menikmati nasi kotak yang sudah saya persiapkan sebagai bekal perjalanan, saya langsung tertidur pulas sepanjang perjalanan hingga mencapai wilayah Sayung. Hujan rintik-rintik hingga lebat yang turun lumayan melegalkan tidur saya sepanjang perjalanan tersebut. Hanya sesekali saja saya terbangun untuk melihat posisi kendaraan dan kemudian tertidur lagi karena di luar cukup gelap, hampir tidak bisa mengetahui posisi dengan jelas kecuali adanya deretan usaha kerajinan ukir Jepara.

1 komentar:

  1. asiiik berarti akan lanjut ke episode Jogja ya :D

    ReplyDelete