Ayo, Dukung Taman Nasional Komodo Agar Masuk Dalam 7 Keajaiban Dunia Alami!

Siapa sich yang gak tahu komodo? Seluruh penduduk Indonesia tahu hewan ini. Seluruh penduduk Indonesia kenal sama komodo mulai dari sahabat anak-anak bahkan hingga pasta gigi. Penduduk Indonesia pastinya mengenal komodo sebagai hewan purba langka yang hanya ada di Indonesia. “Naga yang hidup”, begitu katanya. Penduduk dunia bahkan menyebut kunjungan melihat komodo dengan “Meet The Dragon”. Hmm...
Namun, saya rasa nggak banyak yang tahu kalau komodo hanya hidup di satu tempat terbatas di Indonesia ini. Komodo tidak hidup dan tersebar merata di seluruh Indonesia. Hanya di Nusa Tenggara Timur, kita bisa menyaksikan komodo yang asli dan hidup di alam bebas, dan buas tentunya. Lupakanlah komodo yang ditangkarkan di kebun binatang. Di Nusa Tenggara Timur, kita bisa melihat komodo yang liar dan berbahaya. Untungnya, komodo tidak hidup di penjuru Nusa Tenggara Timur. Komodo hanya ditemukan di satu tempat. Komodo hanya tersebar di ujung barat Pulau Flores, tepatnya di Pulau Komodo, Pulau Rinca, dan Pulau Padar dan pulau-pulau kecil di sekitarnya yang kesemuanya masuk ke dalam wilayah Taman Nasional Komodo. Sebagian komodo lainnya hidup di wilayah pesisir barat Flores. Yuk kita menuju kesana.
Perjalanan menuju tempat tinggal komodo sangatlah seru. Lokasi ini bukanlah tempat yang umum dikunjungi turis biasa. Para petualang akan menyambangi tempat ini karena menuju Taman Nasional Komodo adalah suatu petualangan. Lupakan sejenak pesawat-pesawat komersial berbadan besar yang biasa anda naiki. Kali ini, anda akan saya ajak menaiki pesawat kecil berbaling-baling dengan daya tampung bervariasi namun maksimal 40 orang. Seru yach? Kapan lagi bisa naik pesawat kecil berbaling-baling? Pesawat ini hanya ada dari Denpasar saja. Jadi, mau nggak mau, anda harus ke Bali terlebih dahulu. Dari Labuan Bajo, anda bisa memilih berkunjung ke Pulau Rinca yang lebih dekat atau Pulau Komodo yang lebih jauh sedikit. Tidak ada pelayaran reguler menuju kedua pulau ini. Anda bisa mencoba menyewa kapal carter untuk menuju ke sana. Jangan kuatir, di Labuan Bajo, ada banyak tempat yang bisa kita gunakan untuk mencari informasi lengkap tentang bagaimana caranya berkunjung ke Taman Nasional Komodo, misalnya PHKA (0385.41005 or tnkomodo@indosat.net.id). Alternatif lain untuk mengunjungi pulau adalah naik kapal dari Lombok menuju Flores atau sebaliknya. Dalam perjalanan, kapal akan berhenti di beberapa titik seperti Pulau Moyo atau Pulau Satonda untuk snorkeling, dan Pulau Komodo atau Pulau Rinca untuk melihat sang naga. Untuk jasa kapal, coba hubungi Central Bajo Tours (0385.41289).
Kunjungan ke Taman Nasional Komodo memang unik dan berbeda. Saya yakin, Taman Nasional Komodo adalah beberapa atau mungkin malah hanya satu tempat destinasi wisata yang lain daripada yang lain. Unik. Kalau anda mengharapkan pemandangan indah kehijauan yang menyegarkan mata, ya maaf saja, anda salah! Anda akan disuguhkan oleh pemandangan yang super tandus, pulau-pulau berwarna coklat dengan padang rumput yang meranggas. Kalau anda ingat film-film kehidupan jaman purbakala, mungkin pulau inilah yang dapat mewakili imajinasi anda tersebut. Sesekali dalam setahun, ketika musim penghujan tiba, pulau ini akan menghijau. Rerumputan dan savana yang menyelimuti pulau akan berubah warna menjadi hijau dan tumbuh segar. Cantik. Namun, hijaunya pulau harus dibayar mahal dengan ganas dan bergolaknya Laut Flores dalam kurun waktu tersebut. Ya, Laut Flores dan perairan di sekitarnya memang terkenal ganas dan tidak dapat diprediksi. Bahkan di saat tenang sekalipun! Waktu terbaik untuk bepergian memang jatuh pada periode April hingga Oktober. Ini adalah saat dimana keadaan iklim pulau tidak dipengaruhi angin muson. Hujan akan jarang sekali turun di wilayah ini.
Perjalanan menuju Taman Nasional Komodo dapat ditempuh dalam 2 hingga 4 jam dari Kota Labuan Bajo. Sepanjang perjalanan, selain pulau berbukit coklat, mata anda akan dimanjakan oleh laut yang bersih dan kalau beruntung, ikan yang berseliweran di sekitar perahu. Pada beberapa titik dangkal, anda bahkan bisa melihat terumbu karang berwarna-warni yang membuat anda ingin langsung menceburkan diri saja ke laut. Gak heran, wilayah ini kan termasuk dalam segitiga koral dunia dimana aneka spesies koral dan terumbu karang terbanyak bisa ditemukan disini. Hanya, sebelum anda benar-benar nekad menceburkan diri, sebaiknya anda ingat bahwa Laut Flores terkenal dengan arus bawahnya yang ganas dan berputar. Peribahasa “Air Tenang Menghanyutkan” tepat banget untuk dipakai disini. Jadi, keindahan yang anda nikmati cukup untuk dilihat mata saja. Tenang, ada koq spot-spot menarik dan aman tentunya yang bisa dijadikan tempat penyaluran hobi snorkeling dan menyelam anda. Nah, dengan pemandangan yang ada, dijamin dech anda nggak akan bosan selama 4 jam mengarungi laut.
Komodo, atau yang dikenal sebagai ora oleh penduduk lokal pulau, adalah kadal raksasa yang telah hidup dari masa prasejarah. Komodo diperkirakan hidup semenjak 100 juta tahun lalu. Kadal raksasa terbesar di muka bumi ini dapat tumbuh hingga 3 meter dan berbobot hampir 150 kilogram. Kadal ini bisa hidup 100 tahun lamanya. Sangat terlihat yach bahwa hewan ini telah berhasil melampaui seleksi alam dan berevolusi dengan baik. Komodo sendiri adalah binatang karnivora dan juga kanibal. Terkesan lamban dan bodoh, namun hewan ini bisa mengatur taktik, berlari secepat anjing dan memanjat. Menakutkan yach? Tunggu sampai anda ketemu langsung dan merasakan kegentaran nyali anda berhadapan dengan hewan ini! Rasakan kaki gemetaran dan jantung deg-degan berhadapan dengan komodo di habitat aslinya. Penciuman hewan ini luar biasa tajamnya. Komodo dapat mencium bau darah atau daging mentah dari jarak 4 kilometer! Untuk anda yang sedang datang bulan, sangat tidak disarankan berkunjung ke Taman Nasional Komodo. Niscaya, bau darah akan menarik komodo keluar dari persembunyiannya dan menuju asal bau tersebut. Nggak mau donk, didatangi hewan eksotis ini karena anda melanggar himbauan? Komodo sendiri lebih dikenal dengan hewan pemakan bangkai daripada hewan hidup. Ia menggigit mangsanya dan justru membiarkan mangsanya kabur. Sekitar beberapa hari atau sampai 2 minggu, bekas gigitan komodo akan melumpuhkan mangsanya. Mangsa tersebut akan mati dan menjadi bangkai. Setelah itu, barulah para komodo berpesta pora memangsa bangkai hewan yang biasanya berupa kerbau, rusa atau kambing. Air liur komodo dikenal memiliki 50 jenis bakteri mematikan yang dapat melumpuhkan mangsa. Seram tapi seru yach? Untungnya, dalam beberapa puluh tahun terakhir, diketahui hanya 2 orang manusia yang pernah menjadi korban keganasan komodo. Kalau anda selalu bersama pemandu dan menuruti perintah pemandu, saya rasa anda akan selamat selalu selama berada di Taman Nasional ini.
Walaupun bergelar Taman Nasional dan warisan kekayaan dunia, tiket masuk ke dalam taman sangatlah murah. Padahal, Taman Nasional ini sangat unik dan hanya ada satu-satunya di seluruh dunia. Tidak ada tempat di seluruh dunia yang memiliki bentang alam serupa dan tentunya, hewan komodo. Tiket masuk seharga Rp. 40.000 belum termasuk biaya konservasi, pemandu dan kamera. Kegiatan utama di dalam Taman Nasional memang hanya melihat komodo di habitat aslinya. Jangan takut, para pemandu yang menemani anda akan membawa tongkat panjang bercabang dua untuk mengusir komodo apabila ada satu atau dua yang kelewat bersemangat ketemu anda. Jalur trekking lintas taman ini sendiri bervariasi, mulai dari satu setengah jam hingga empat jam. Beberapa diantaranya yakni Banu Nggulung, Lembah Poreng, dan Gunung Ara. Anda bisa memilih untuk melihat komodo di habitat aslinya atau mendaki gunung yang ada di pulau ini untuk melihat keseluruhan pulau. Kalau anda mau yang sedikit lebih ‘liar’, anda bisa loch menentukan sendiri jalur trek yang anda inginkan. Tentu, ini hanya mungkin terjadi apabila anda kuat berjalan kaki. Syarat lainnya, anda tetap harus didampingi oleh pemandu. Gak mau donk, anda berakhir seperti turis Swiss yang ketika ditemukan hanya tersisa kamera dan kacamatanya saja? Kalau tertarik melihat proses makan dan ‘kebrutalan’ komodo, anda dan teman-teman bisa patungan untuk membeli seekor kambing untuk diumpankan kepada para komodo tersebut. Buat yang hobi snorkeling, ada beberapa spot menarik yang bisa dijadikan tempat penyaluran hobi, salah satunya di Pantai Merah, Pulau Komodo. Pastinya, kalau anda melakukan banyak kegiatan di Taman Nasional Komodo ini, satu hari nggak akan cukup. PHKA punya penginapan yang berada di dalam kompleks Taman Nasional Komodo. Anda bisa coba bermalam disini. Perlu diketahui bahwa penginapan ini berharga ekonomis dan makanan yang disediakan hampir semuanya makanan vegetarian. Ingat, komodo bisa mencium bau daging mentah dari jarak berkilo-kilometer. Jadi vegetarian beberapa hari nggak masalah kan?
Sehubungan dengan unik dan hanya satu-satunya Taman Nasional Komodo di dunia, 7 Wonder Organization telah menominasikan Taman Nasional Komodo sebagai salah satu calon dari New7Wonders of Nature. Taman Nasional Komodo terpilih dari sekian banyak calon di Indonesia, dan hingga saat ini, Taman Nasional Komodo adalah satu-satunya calon dari Indonesia. Taman Nasional Komodo harus bersaing ketat dengan para nominator lainnya di seluruh dunia. Buat anda yang sudah pernah kesana, pasti tahu donk betapa istimewanya Taman Nasional ini. Buat anda yang belum, mudah-mudahan jadi tertarik ingin mengunjungi Taman Nasional Komodo karena telah membaca catatan singkat saya ini. Tentu, kunjungan anda kesana bernilai penting loch. Anda turut serta dalam usaha membantu biaya konservasi komodo. Yuk, kita bersama-sama memilih dan membantu agar Taman Nasional Komodo diakui dunia sebagai 7 Keajaiban Dunia Alami di http://www.new7wonders.com/nature/en/vote_on_nominees/. Suara anda akan sangat membantu promosi Taman Nasional Komodo di mata dunia internasional. Bangga donk, punya taman nasional yang terkenal hingga penjuru dunia dan dikunjungi oleh jutaan orang di seluruh dunia? Kita bisa wujudkan itu sekarang bersama-sama dengan membantu voting untuk Taman Nasional Komodo di situs new7wonders. Untuk informasi lengkap tentang Komodo, Taman Nasional Komodo, dan Nusa Tenggara Timur bisa dilihat di http://www.indonesia.travel. Usaha pelestarian dan promosi kekayaan alam Indonesia, terutama Taman Nasional Komodo juga didukung penuh oleh http://www.bubuawards.com, sebuah penghargaan paling prestisius untuk kompetisi kampanye digital. Bubu Awards ini rutin secara tahunan menyelenggarakan penghargaan kepada karya digital anak bangsa. Yuk, kita sama-sama mengenal lebih baik dan sekaligus mencintai kekayaan negeri Indonesia, negeri kita ini. Jangan lupa dukungannya terhadap Taman Nasional Komodo yach! Sebarkan informasi ini ke teman-teman kamu agar kita memiliki taman nasional yang diakui dunia internasional sebagai 7 kejaiban dunia, Taman Nasional Komodo!

5 komentar:

  1. Wow.. Nice info Bro Lomar..
    Setelah membaca blog-mu g menjadi sadar akan kekayaan alam Indonesia. Sejujurnya sebelum membaca blog u, g masih lebih suka jalan-jalan ke luar negeri. akan tetapi, setelah membaca blog dan foto-foto yang ada, g jadi tertarik juga untuk jalan2 di sekitar indonesia, walaupun ketertarikan g untuk jalan-jalan di luar negeri masih besar. hehe..

    Nice Info.. Keep Us Informed About Many Interesting Places In Indonesia...

    ReplyDelete
  2. wah tinggal tsisa kamera? sgitu brutal mereka ya

    ReplyDelete
  3. IKUTT DUKUNGGG !!!!

    ReplyDelete
  4. Yupsss....seru kan melihat 'kebrutalan' mereka di alam bebas? :D ayoooo ke TNK dan vote buat TNK di new7wonders!

    ReplyDelete
  5. wah baru rank 15 mar, di up2 in dong

    ReplyDelete