Ampera Bridge, The Icon of Palembang

Palembang, jembatan ini sejatinya adalah jembatan angkat. Dahulu, ketika ada kapal besar yang ingin melintas di bawah jembatan, Jembatan ini mampu mengangkat bagian tengahnya sehingga kapal besar pun dapat melintasi Sungai Musi. Namun, karena lama-kelamaan berkarat, hingga saat ini fungsi angkat dari jembatan ini tidak dipergunakan lagi. Jembatan ini hanyalah jembatan seperti layaknya jembatan di wilayah lain. Perbedaannya tentu saja berada pada desain arsitekturnya yang menarik. SiapaJembatan yang paling terkenal se-Sumatera tentu, tak dapat dipungkiri lagi, layak disandang oleh jembatan di Palembang. Jembatan Ampera adalah jembatan yang melintasi sungai terbesar di Pulau Sumatera. Dengan kepanjangan Jembatan Amanat Penderitaan Rakyat, jembatan ini memang menjadi ciri khas kota Palembang dengan warna cokelat kemerah bata-an ini. Menghubungkan wilayah Ilir dan Ulu kotapun yang melihat jembatan ini akan segera mengetahui bahwa ia sedang berada di Kota Songket Palembang.
Saat ini, jembatan ini sungguh ramai dilalui karena merupakan penghubung utama wilayah Ulu di tenggara dan Ilir di barat laut. Walaupun sudah ada jembatan lain yang menghubungkan dua wilayah ini, jembatan ini tetap menjadi daya tarik karena kemegahannya dan posisinya yang sangat ‘tengah kota’. Saat ini, salam rangka Visit Musi 2008, di tengah-tengah jembatan dibangun sebuah papan reklame yang disponsori oleh salah satu perusahaan nasional bergambar Bapak Presiden SBY beseta Istri dan Walikota serta Wakil Walikota Kota Palembang. Pedestrian di sisi kanan dan kiri Palembang pun ditata dengan rapi termasuk diantaranya penambahan lampu jalan sehingga suasananya sungguh mengasyikkan apabila anda ingin berjalan di sisi jembatan guna menikmati Sungai Musi yang amat besar ini. Sembari berjalan di jalur pedestrian, anda dapat berfoto maupun menikmati angin serta objek wisata di sekeliling jembatan mulai dari Sungai Musi itu sendiri, rumah rakit terapung, Pasar 16 Ilir, Benteng Kuto Besak, Museum SMB II, Masjid Agung, Kantor Ledeng di kejauhan, Monpera, Kelenteng Soei Goiat Kiong dan perahu yang hilir mudik di bawah jembatan, termasuk diantaranya perahu wisata. Jangan lupa untuk berfoto di jembatan ini, dari dekat ataupun dari kejauhan sebagai bukti bahwa anda sudah mengunjungi Kota Pem-Pek ini.

1 komentar:

  1. Thanks to the owner of this blog. Ive enjoyed reading this topic.

    ReplyDelete