Pulau Menjangan Besar : Berenang Bersama Hiu

Seusai puas menyelam (dan arus laut mulai datang), akhirnya kami menuju ke lokasi terakhir untuk tur laut di Karimunjawa. Lokasi terakhir pada hari ini adalah Pulau Menjangan Besar. Sebenarnya, sedari pagi tadi kami bergerak melingkar berlawanan dengan arah putaran jam. Jadi, apabila tadi pagi kami bergerak menuju utara ke Tanjung Gelam, maka pada sore ini kami tiba di Pulau menjngan Kecil. Ya, benar, kami sekarang datang dari arah barat laut dari Menjangan Kecil. Oh ya, Pulau Menjangan Besar ini juga merupakan pulau yang lokasinya sangat dekat dengan Pulau utama Karimunjawa (kalau minjem istilahnya Hawaii = Karimunjawa : The Big Island. Hihihi). Dari Pulau Menjangan Besar, Kota Karimunjawa dan pulau besar Karimunjawa terlihat dengan jelas. Jadi, ada apa sich di Menjangan Besar?
Jarak dari Menjangan Kecil ke Menjangan besar tidak jauh. Hanya sekitar 10 menit. Nggak sempet berlama-lama, kami sudah tiba di Menjangan Besar. Dari Menjangan Kecil ke Menjangan Besar, saya menemui hal unik. Tampaknya sudah ada rute khusus yang harus kami lewati (ditandai dengan balon balon pelampung di kanan dan kiri rute). Akibatnya, Menjangan Besar yang tampaknya sudah cukup dekat harus dilalui dengan memutar terlebih dahulu. Benda-benda besar seperti pasak dengan kepala seperti anak panah terlihat menancap di sana sini. Mungkin ini termasuk bagian laut yang dangkal kali yach? Saya juga nggak terlalu tahu fungsinya benda tersebut untuk apa, mungkin ada hubungannya dengan lalu lintas laut kali yach?
Nah, sesampainya kami di Menjangan Besar, kami tidak menjumpai rerimbunan pohon seperti pulau-pulau sebelumnya. Pemandangan yang tersaji di depan kami adalah sebuah kompleks pemukiman lengkap dengan rumah-rumah penduduk. Yang agak tidak biasa adalah keberadaan kolam-kolam buatan di depan rumah-rumah tersebut. Ada apakah itu? Lalu kami melihat sejumlah ikan bertubuh ramping dengan sejumlah sirip berenang lincah kesana kemari di dalam kolam-kolam tersebut. Ya, Pulau Menjangan Besar adalah lokasi penangkaran ikan hiu. Ikan hiu tersebut berenang lincah kesana kemari di kolam tersebut. Tidak hanya berfungsi sebagai lokasi penangkaran saja, Menjangan Besar juga difungsikan sebagai lokasi wisata. Beberapa rombongan turis mencoba adrenalin mereka dengan menceburkan diri mereka ke dalam kolam hiu tersebut. Ikan hiu tersebut tergolong hiu muda, sebab ukurannya memang tidak terlalu besar, kira-kira setengah panjang orang dewasa (walau ada juga yang agak besar dan agak menakutkan). Sebenarnya, menceburkan diri di kolam hiu tersebut merupakan aktifitas yang aman-tidak-aman. Aman karena hiu tersebut merupakan hewan tangkaran yang sudah biasa diberi makan oleh manusia. Namun, pada dasarnya hiu tetap saja hewan buas yang bisa bertindak brutal. Pak Hakim bercerita bahwa ia pernah terkena kebrutalan hiu lantaran pada masa itu, hiu-hiu tersebut belum diberi makan. Akibatnya, ia mendapat beberapa luka dan harus dijahit. Saat ini, ia tetap waspada dan berhati-hati akan makhluk laut tersebut. Pengalaman masa lalunya membuatnya agak trauma. Namun, kalau memang ingin menjajal adrenalin anda, menceburkan diri di kolam hiu boleh dicoba koq. Dijamin aman karena waktu kedatangan saya saja banyak yang mencoba hal tersebut. Maaf, saya nggak sebegitu beraninya untuk mencoba. Saya lebih suka wisata yang aman-aman saja. Hihihi.
Seusai puas menyelam (dan arus laut mulai datang), akhirnya kami menuju ke lokasi terakhir untuk tur laut di Karimunjawa. Lokasi terakhir pada hari ini adalah Pulau Menjangan Besar. Sebenarnya, sedari pagi tadi kami bergerak melingkar berlawanan dengan arah putaran jam. Jadi, apabila tadi pagi kami bergerak menuju utara ke Tanjung Gelam, maka pada sore ini kami tiba di Pulau menjngan Kecil. Ya, benar, kami sekarang datang dari arah barat laut dari Menjangan Kecil. Oh ya, Pulau Menjangan Besar ini juga merupakan pulau yang lokasinya sangat dekat dengan Pulau utama Karimunjawa (kalau minjem istilahnya Hawaii = Karimunjawa : The Big Island. Hihihi). Dari Pulau Menjangan Besar, Kota Karimunjawa dan pulau besar Karimunjawa terlihat dengan jelas. Jadi, ada apa sich di Menjangan Besar?
Jarak dari Menjangan Kecil ke Menjangan besar tidak jauh. Hanya sekitar 10 menit. Nggak sempet berlama-lama, kami sudah tiba di Menjangan Besar. Dari Menjangan Kecil ke Menjangan Besar, saya menemui hal unik. Tampaknya sudah ada rute khusus yang harus kami lewati (ditandai dengan balon balon pelampung di kanan dan kiri rute). Akibatnya, Menjangan Besar yang tampaknya sudah cukup dekat harus dilalui dengan memutar terlebih dahulu. Benda-benda besar seperti pasak dengan kepala seperti anak panah terlihat menancap di sana sini. Mungkin ini termasuk bagian laut yang dangkal kali yach? Saya juga nggak terlalu tahu fungsinya benda tersebut untuk apa, mungkin ada hubungannya dengan lalu lintas laut kali yach?
Nah, sesampainya kami di Menjangan Besar, kami tidak menjumpai rerimbunan pohon seperti pulau-pulau sebelumnya. Pemandangan yang tersaji di depan kami adalah sebuah kompleks pemukiman lengkap dengan rumah-rumah penduduk. Yang agak tidak biasa adalah keberadaan kolam-kolam buatan di depan rumah-rumah tersebut. Ada apakah itu? Lalu kami melihat sejumlah ikan bertubuh ramping dengan sejumlah sirip berenang lincah kesana kemari di dalam kolam-kolam tersebut. Ya, Pulau Menjangan Besar adalah lokasi penangkaran ikan hiu. Ikan hiu tersebut berenang lincah kesana kemari di kolam tersebut. Tidak hanya berfungsi sebagai lokasi penangkaran saja, Menjangan Besar juga difungsikan sebagai lokasi wisata. Beberapa rombongan turis mencoba adrenalin mereka dengan menceburkan diri mereka ke dalam kolam hiu tersebut. Ikan hiu tersebut tergolong hiu muda, sebab ukurannya memang tidak terlalu besar, kira-kira setengah panjang orang dewasa (walau ada juga yang agak besar dan agak menakutkan). Sebenarnya, menceburkan diri di kolam hiu tersebut merupakan aktifitas yang aman-tidak-aman. Aman karena hiu tersebut merupakan hewan tangkaran yang sudah biasa diberi makan oleh manusia. Namun, pada dasarnya hiu tetap saja hewan buas yang bisa bertindak brutal. Pak Hakim bercerita bahwa ia pernah terkena kebrutalan hiu lantaran pada masa itu, hiu-hiu tersebut belum diberi makan. Akibatnya, ia mendapat beberapa luka dan harus dijahit. Saat ini, ia tetap waspada dan berhati-hati akan makhluk laut tersebut. Pengalaman masa lalunya membuatnya agak trauma. Namun, kalau memang ingin menjajal adrenalin anda, menceburkan diri di kolam hiu boleh dicoba koq. Dijamin aman karena waktu kedatangan saya saja banyak yang mencoba hal tersebut. Maaf, saya nggak sebegitu beraninya untuk mencoba. Saya lebih suka wisata yang aman-aman saja. Hihihi.

2 komentar:

  1. Loh kok terjadi pengulangan mas ?
    bedewei ... wah saya pasti mau ikutan nyebur dan berenang sama hiu, kapan lagi hhohho

    ReplyDelete
  2. hadehhh..
    nek nyebur harus dengan mental lebih nih,,.
    lah wong ama hiu jee

    ReplyDelete