Dari Mamasa Ke Tana Toraja Via Jalan Kaki Timbaan-Ponding-Paku-Bittuang

Mamasa dan Tana Toraja sebenarnya adalah dua kabupaten bertetangga. Coba dech anda buka peta Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, kedua tempat ini, terlihat sangat dekat di peta. Kedua tempat ini terletak bersebelahan. Sayangnya, keduanya terpisah oleh Pegunungan Quarles yang membentang dari Pinrang di selatan hingga Mamuju di utara. Mobilitas antara dua kabupaten ini cukup sulit. Satu-satunya jalur besar langsung yang menghubungkan kedua tempat ini hanyalah jalan darat via Polewali-Pinrang-Enrekang. Untuk berkunjung dari satu Mamasa ke Tana Toraja atau sebaliknya, anda butuh 12 jam perjalanan dengan bus. Kalau bergerak secara non stop, anda bisa menyelsaikan rute ini hanya dalam 8-10 jam perjalanan saja. Cukup jauh dan melelahkan pastinya walaupun selama perjalanan, mata kita akan terhibur oleh pemandangan cantik luar biasa. Hehehehe.
Sebenarnya, ada satu jalur menarik yang penuh dengan tantangan yang menghubungkan Mamasa di barat dengan Tana Toraja di timur. Jalur ini hanya boleh diakses untuk anda yang berjiwa petualang dan memiliki waktu tidak terbatas. Jalur ini bukan memutari Pegunungan Quarles, tapi memotong! Loch? Koq bisa? Ya bisa, namun karena medan jalan yang berbukit dan bergunung-gunung, jalanan di tempat ini bisa dibilang belum ada. Jalan yang tersedia hanyalah jalan setapak, jalan desa dan hutan. Belum ada angkutan umum roda empat yang melayani rute sejauh 59 KM ini. Beberapa referensi seperti Lonely Planet atau Foot Prints menyebutkan, manusia bisa melintasi rute ini dalam waktu 3 hari, atau bahkan 2 hari kalau anda jalannya ngebut. Hehehe. Tenang, anda nggak harus menginap di bawah tenda di tengah-tengah hutan koq kalau melalui jalur ini. Di beberapa check point, ada sejumlah desa yang memiliki homestay/penginapan sederhana untuk para petualang yang ingin makan atau menginap. Ojek yang saya tumpangi di Mamasa bahkan lebih optimis lagi. Ia mengatakan, ojek bisa menyelesaikan rute tersebut hanya dalam waktu beberapa jam saja. Saya bahkan tidak perlu turun dari ojek sama sekali. Ia akan mengantarkan saya mencapai Bittuang di Tana Toraja sana. Hah? Yakin pak? Bukannya di tengah-tengah perjalanan tuh ada puncak Gunung Tadokalua? *gleg*
Rute menuju Tana Toraja ada beberapa. Namun, rute yang popular adalah seperti ini :
Hari 1 : Perjalanan akan dimulai dari Kota Mamasa. Anda tinggal mengarahkan jalan anda ke arah Kole, menuju Rante Buda. Dari sana, anda tinggal mengikuti jalan yang satu-satunya itu ke titik-titik desa sebagai berikut : Mama – Pa’kassasan – Lombonan – Gunung Tadokalua – Timbaan. Ada losmen di Timbaan. Jarak tempuh untuk hari pertama adalah 23 KM.
Hari 2 : Dari Timbaan, teruskan jalan menuju Mawai – Tabang – Ponding dan Paku. Ada homestay sederhana di Paku atau Ponding, tinggal dipilih saja. Rute hari kedua sejauh 20 KM.
Hari 3 : Dari Ponding, tinggal meneruskan jalan sejauh 16 KM ke Bittuang di wilayah Tana Toraja. Rute terakhir ini sudah termasuk rute yang cukup mudah. Menurut info, terkadang ada sarana transportasi yang menghubungkan Ponding dengan Bittuang. Dari Bittuang, sudah ada kijang yang akan membawa anda ke Makale, ibukota Tana Toraja. Kecuali anda mau berlama-lama, di Bittuang ada sejumlah losmen yang bisa dijadikan pilihan.
Perjalanan ini tampaknya bisa menjadi sumber inspirasi bagi anda yang berniat berkontemplasi dan menyatu dengan alam. Sepanjang perjalanan, selain hutan, anda bisa bertemu dengan desa-desa yang masih asli, sawah-sawah dan kehidupan masyarakatnya yang bersahaja. Sayang banget, karena keterbatasan waktu, saya nggak mencobai rute ini. Namun saya berjanji pada diri saya sendiri, saya akan menunaikan perjalanan ini suatu saat nanti. Pasti! Kalau anda mau mencoba rute ini dengan ojek seperti yang diinfokan sebelumnya. Biayanya Rp. 300.000 sekali jalan. Anda akan tiba di Bittuang pada sore hari kalau anda naik ojek dari pagi. Hehehe. Saya nggak tahu seberapa buruknya kondisi jalan kalau anda memaksakan naik ojek. Inget rute Desa Balla Peu saja, tiba-tiba *maaf* bokong saya mau copot. Hehehe. Berminatkah anda mencobanya?

6 komentar:

  1. Kami berlima akan mencoba rute ini dengan sepeda pada tanggal 22 Desember 2010

    ReplyDelete
  2. sangat menarik, mohon info bagaimana jika itempuh dari makale ke mamasa dengan sepeda, banyak menanjak atau menurun, trims ya.....sangat bermanfaat

    ReplyDelete
  3. Halo Mr Anonim! :)

    Terima kasih sudah berkunjung. Ditunggu cerita baliknya setelah mencoba rute ini dengan sepeda yach :D syukur syukur, anda bisa memotong waktu total perjalanannya :D

    syukur syukur juga bisa memberi banyak informasi kepada teman teman yg lain.

    Terima kasih sudah berkunjung :D

    ReplyDelete
  4. Wow.. rute yg menarik.. pengen di cobah nih..!!

    ReplyDelete
  5. iyaa...ini rute yang wajib banget dicoba bagi yg menggemari tantangan seruuu :D

    ReplyDelete
  6. saya sudah pernah mencobanya, Mamasa-Toraja via ponding. tapi saya naik motor trail. kondisi jalanan kerikil lepas...

    ReplyDelete