Dari Mamasa Ke Tana Toraja Via Bus Discho Indah

Salah satu rute angkutan yang agak unik dan tidak populer adalah Mamasa – Tana Toraja. Biasanya, orang hanya berkunjung ke Mamasa atau Tana Toraja saja dari Makassar. Sebaliknya, dari Mamasa atau Tana Toraja, turis biasanya langsung kembali ke Makassar. Jalur Mamasa - Toraja biasanya digunakan turis yang punya waktu cukup panjang. Sebenarnya ada sich jalur langsung Mamasa – Toraja via Ponding dan Bittuang yang menembus gunung. Sayangnya, rute ini masih berupa jalanan rusak, tidak bisa dilalui oleh kendaraan umum, maksimal ojek saja di beberapa ruas. Beberapa ruas lainnya hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki saja. Perjalanan ini memakan waktu 2-3 hari. Hingga kini, belum ada rencana pembuatan jalan langsung dari Mamasa ke Toraja karena medan pegunungan Quarles yang berbukit-bukit dan bergunung-gunung pastinya cukup menyulitkan.
Apabila anda akan menuju Tana Toraja pada keesokan harinya dengan bus terpagi (Ingat, di Mamasa tidak ada angkutan malam hari. Kemanapun itu!), anda harus memesan tiket terlebih dahulu pada malam sebelumnya. Sebenarnya, tiket menjadi sesuatu yang tidak terlalu mutlak diperlukan di Mamasa ini. Kenapa? Apabila cukup bus sepi, anda bisa saja membeli tiket keesokan paginya dan langsung berangkat, tepat sebelum bus beranjak! Masalahnya, tidak selalu dengan cara ini, anda mendapat kepastian tempat duduk atau diangkut. Misalnya, kalau tiba-tiba saja bus penuh lantaran ada rombongan orang datang mendadak atau ada suatu hal yang mengakibatnya tiket habis. Daripada nggak yakin, sebaiknya belilah tiket pada malam hari sebelum atau beberapa hari sebelum agar anda mendapat kepastian angkutan.
Beberapa agen bus berada di seputaran kota dan mudah dicapai dengan berjalan kaki. Contohnya Bus Discho Indah yang berada di bagian belakang pasar, dekat jalan lintas Mamasa - Polewali. Bus Discho Indah ini melayani rute Mamasa - Toraja, satu-satunya di Sulawesi loch. Bus ini berangkat pada pagi hari pukul 7 dan akan tiba di Toraja sekitar pukul 7 malam. Cukup panjang dan lama yah? Bus ini berangkat setiap hari dan memiliki sekitar 2-3 perhentian (makan siang di sekitar perbatasan Mamasa Polewali, makan sore, dan istirahat tambahan atau belanja oleh-oleh yang biasanya terjadi di Desa Mampu, Anggeraja, Enrekang). Discho Indah memiliki dua buah bus, satu berada di Mamasa, satu lagi di Toraja. Perjalanan antar dua kota tersebut membutuhkan waktu sekitar 10-12 jam lamanya. Sesampainya bus tersebut tiba di kota tujuan, bus tersebut akan menginap dan baru akan bersiap pergi pada keesokan harinya. Pool bus ini di Tana Toraja berada di Belakang Pasar Rantepao. Jumlah bus yang sangat sedikit, berbeda jauh dari jumlah bus Makassar – Toraja oleh banyak perusahaan otobus menunjukkan sedikitnya turis atau penduduk yang melalui jalur tidak populer ini.
Harga tiket menuju Toraja dan sebaliknya adalah Rp. 100.000 untuk bus non AC. Ketiadaan AC di bus ini tidak terlalu bermasalah lantaran Mamasa dan Toraja adalah wilayah pegunungan yang berhawa dingin. Anda hanya cukup kipas-kipas kepanasan di Polewali dan Pinrang. Agen tiket Bus Discho Indah ini tutup pada pukul 8 malam dan buka cukup pagi yakni pukul 6. Bus ini akan melalui rute Mamasa – Polewali – Pinrang – Enrekang – Toraja, tidak melalui Pare-Pare, tidak melalui Sidenreng Rappang. Angkutan Discho Indah ini hanya satu-satunya yang melayani rute Mamasa – Toraja dan kebalikannya. Angkutan ini hanya ada pada pukul 7 pagi, selambat-lambatnya pukul setengah delapan. Untuk anda yang tidak bisa berangkat pada waktu sepagi itu, masih ada pilihan lain untuk menuju Tana Toraja atau Makassar koq, yakni dengan kijang yang banyak berada di pertigaan Pasar Mamasa. Kekurangannya, kijang hanya sampai Polewali saja. Untuk anda yang mau melanjutkan ke Tana Toraja, anda harus berganti kendaraan dari Polewali menuju Pinrang kemudian lanjut ke Pare-Pare atau Rappang. Dari Rappang atau Pare-Pare, anda bisa memilih banyak angkutan yang menuju Tana Toraja. Mudah, bukan?

0 komentar:

Post a Comment