Isi Perut Di Shopping Center Jepara : Lontong Telur

Saya sudah tiba di Jepara! Hohohoho. Saat itu, saya tiba di Jepara pukul 9 malam. Saya masih harus menempuh perjalanan kurang lebih setengah jam lagi untuk mencapai penginapan saya di Pantai Kartini. Sebelum menuju ke Pantai Kartini, ini adalah saat yang paling tepat nich untuk makan malam! Maklum, dari jam 5 sore pendaratan saya di Semarang, saya belum makan apapun nich. Saya lapar sangat! Sebelum mencapai Pantai Kartini, mari kita makan. Nah, kebetulan saya turun di Alun-Alun Jepara, titik yang paling tepat untuk mencari makan malam. Walaupun di Alun-alun ada sejumlah makanan ringan, tapi coba dech anda berjalan sedikit ke arah pusat pertokoan Shopping Center Jepara (SCJ). Pusat pertokoan ini sich biasanya sudah tutup menjelang malam tiba, hanya beberapa kios saja saja yang masih terbuka. Tujuan anda bukanlah SCJ ini, tapi pusat jajanan malam yang terletak di belakangnya. Tempat ini ramai dan tumpah ruah oleh para pedagang aneka makanan pada malam hari. Seru sekali! Saya tiba di Jepara pada jumat malam, saya nggak kebayang dech bagaimana kondisi pusat jajanan itu pada akhir pekan, mungkin lebih ramai lagi kali yach?
Sejatinya, tempat ini adalah sebuah tanah lapang berkonblok yang disulap dan dibatasi dengan sekat-sekat besi untuk setiap kios yang berdagang. Aneka dagangan tidak hanya memenuhi seluruh lapnagn saja, sejumlah toko di SCJ yang masih buka pun turut menjual makanan. Anda bisa pilih aneka makanan yang tersaji disini. Memang sich, umumnya makanan yang ditemukan di tempat ini adalah makanan yang cukup ‘biasa’ dan umum kita temukan sehari-hari seperti mie pangsit, mie goreng, nasi goreng, bakso dan es-esan. Namun, kalau anda jeli mencari, beberapa makanan khas Jepara dan Kudus (Jepara kan deket sama Kudus) seperti Nasi Tahu, Lontong Telur & Gimbal, Soto Kudus, dan Garangasem.
Saya penasaran sama Lontong Telur tempat ini. Karena berdekatan, Jepara dan Kudus biasanya memiliki makanan khas yang mirip-mirip. Ternyata, Lontong Telur mirip banget sama Tahu Telor-nya Surabaya, minus bumbu kacangnya saja. Alih-alih kacang ulek dicampur dengan gula jawa, bumbu Lontong Telur lebih cair, mengandung kecap manis dan ada bulir-bulir kacang goreng utuhnya. Rasanya sich menurut saya nggak jauh beda dari Tahu Telor, namun tetap memiliki kekhasan tersendiri. Harganya itu loch, yang luar biasa murah : Rp. 6.000 saja! Bumbunya bisa disesuaikan, manis, sedang, pedas dan sangat pedas. Makanan ini sich sejatinya nggak bikin kenyang, karena porsinya tergolong sedikit untuk orang dewasa. Hehehe. Maka dari itu, teman saya memesan martabak telur bebek (yang jual baik banget loch). Harganya juga luar biasa murah, hanya Rp. 13.000 saja. Nggak ada beda apakah anda seorang turis atau warga lokal, harga makanan di SCJ ini tetap murah meriah. Hehehehe. Wisata kuliner disini murah meriah, pilihannya banyak macam dan hati-hati, jangan samai perut jebol lantaran terlalu banyak milih makanan!

6 komentar:

  1. jrit, Lomar. postingan pertama di Jepara isinya udah tentang makanan aja. Bikin gue mupeng tau :p

    perasaan saya belum pernah makan tahu telor surabaya deh, jadi gak ada pembandingnya. jadi pengen makan dua-duanya. hiks

    ReplyDelete
  2. wah.. lomar jalan jalan mulu.. kebetulan kemaren baru dari pantai kartini juga hahah..

    ReplyDelete
  3. @Brad : ah...masak sich belum pernah makan Tahu Telor? di Jakarta (dan Depok) rasanya banyak deh restoran Jawa Timur. Kalau ada resto JaTim, pasti ada tahu telor ini. Pertama kali makan, pasti suka. Tapi, lama-lama makan, pasti bisa ngebedain, mana yang autentik Surabaya, mana yang hasil campuran peranakan lokal *halah* hahahaha...

    ini kan gara-gara dari semenjak turun belum isi perut. boleh donk kita cari makan dulu sebelum berenang esoknya? hehehe

    @Yongkie : Abis main dari Karimunjawa juga yach Kie? :D cerita-cerita dunks :D hehehehe

    ReplyDelete
  4. kaga mar, kemaren sempet ditugasin ke pati, deket kudus.. jadi sempet maen ke jepara juga :p

    ReplyDelete
  5. owww...Pati :D hehe...saya malah belum kesana. :D

    ReplyDelete