Jalan Rusak Menuju Osango, Mamasa

Daerah tujuan wisata pertama yang saya tuju adalah Osango. Desa ini terletak tidak terlalu jauh dari wilayah Mamasa Kota. Bahkan, gapura ucapan Selamat Datang di Kota Mamasa pun belum terlewati. Jalan masuk menuju Osango terletak dekat dengan Kantor Bupati Mamasa, tepat di atas Pemandian Mesa Kada. Dari jalan negara yang menghubungkan Mamasa dan Polewali, motor berbelok ke arah barat laut, menembus jalan desa. Dari titik ini, Osango masih cukup jauh. Segera, jalan hancur langsung menyambut kami. Saya terguncang hebat di atas motor ojek tersebut. Walaupun masih terhitung wilayah kota, namun motor yang saya tumpangi meliuk-liuk di atas perbukitan dan tampaklah pemandangan sawah terbentang indah di bawah sana. Saya melewati areal jalan tanah sempit yang diapit oleh tebing dan jurang. Indah sekaligus menyeramkan. Jalan becek dan bahkan bersungai kecil jelas menyulitkan perjalanan ini. Oho, sungai kecilnya bukan sejajar dengan arah jalan kami loch. Sungai kecilnya itu memotong jalur perjalanan kami! Beberapa kali motor kami sempat hampir tergelincir, namun untung pengemudi ojek saya adalah seorang yang handal. Dengan segera, ia dapat menguasai kembali motornya. Sangat disayangkan tidak ada sama sekali petunjuk jalan yang jelas untuk menuntun kami. Hal ini wajar karena Osango tampaknya belum menjadi objek wisata resmi. Ajaibnya lagi, Osango bahkan belum terlalu dikenal oleh para penduduk yang tinggal di sekitarnya. Beberapa kali supir ojek harus bertanya kepada warga sekitar perihal Desa Osango yang memiliki kompleks pekuburan Tedong-Tedong dan rumah adat. Sayangnya dan sekaligus juga anehnya, hampir semua penduduk desa yang kami tanya tidak bisa menunjukkan dengan tepat lokasi Tedong-Tedong berada. Kami harus mencoba beberapa percabangan jalan dan rela tersasar dan menemui jalan buntu beberapa kali. Untuk menuju Osango tampaknya anda harus banyak bertanya disini. Anda dapat memanfaatkan pepatah “Malu Bertanya Sesat Di Jalan” dengan tepat di tempat ini. Jangankan papan petunjuk jalan, penduduk setempat aja banyak yang nggak tahu lokasi ini. Hehehe.

2 komentar:

  1. ini foto lama yaaa,, krn setahu saya jalan ini sdh di cor,, mulai dari jembatan osango sampai ke rumah tante ma Ludi

    ReplyDelete
  2. wah! bagus sekali ^^. benar, ini jurnal saya bertanggal 2009. Sudah 3 tahun lebih berselang, harusnya jalanan ini sudah lebih baik. bagaimana kabarnya? :D

    ReplyDelete