Selamat Datang Di Tanaberru



Tanaberru berlokasi di tenggara Bulukumba, sekitar 25 kilometer jauhnya. Tempat ini sangat terkenal hingga ke mancanegara sebagai tempat pembuatan Kapal Phinisi, kapal khas Orang Bugis. Kalau anda tiba di tempat ini, anda bisa melihat aneka perahu yang sedang dibuat, baik kecil besar maupun dalam ukuran yang mahabesar. Perahu-perahu tersebut ditambatkan di pinggir pantai (secara kebetulan, Tanaberru juga berada persis di pinggir pantai, menghadap Laut Flores) baik yang setengah jadi maupun sudah dapat digunakan. Para pengrajin kapal di tempat ini sangat terkenal dalam kepiawaiannya membuat kapal tanpa cetak biru sama sekali. Artinya, perahu yang dibuat disini tanpa desain yang digambar di atas kertas. Semua desain sudah masuk ke dalam kepala mereka. Langsung bikin aja dech pokoknya. Hebat yach? Nggak hanya memenuhi kebutuhan lokal Bulukumba dan sekitarnya saja, kapal yang dibuat di Tanaberru sudah menjelajah nusantara bahkan dunia, memenuhi pesanan hingga melakukan ekspedisi jelajah samudera-samudera di dunia. Buat anda yang tertarik dengan objek kapal, inilah tempat yang boleh banget menghabiskan baterai dan memori kamera anda. Jarak 25 kilometer dari Bulukumba harus ditempuh dengan pete-pete selama kurang lebih setengah jam (satu jam apabila jalanannya terhalang sesuatu). Kalau beruntung, anda bisa bertemu kijang yang berasal dari Makassar dan bersedia mengangkut anda ke Tanaberru dari Bulukumba. Jalanan di Tanaberru berukuran sempit, hanya bisa dimuati dua lajur kendaraan saja. Walaupun tampilannya cukup desa, wilayah Bontobahari (begitulah terkadang nama baru Tanaberru disebut) memiliki jalan aspal yang cukup mulus. Hanya saja, berhubung lokasinya di pinggir pantai, nggak heran banyak pasir putih memenuhi bagian kiri dan kanan aspal jalan. Anda masih bisa menemukan banyak sekali rumah-rumah berarsitektur Bugis di sepanjang jalan, lengkap dengan bubungan rumahnya dan panggung. Kehidupan masyarakatnya (terutama yang berada di pinggir pantai) lebih bersahaja dan mempertahankan rumah dengan arsitektur Bugis dibanding yang berada di pedalaman. Banyak rumah yang tidak berdekatan dengan pantai sudah menerapkan arsitektur modern. Inilah Tanaberru, tanahnya tangan-tangan terampil pembuat Kapal Phinisi yang mengarungi Nusantara.
Saya tiba di Tanaberru pada pukul setengah 4 sore. Saya diturunkan oleh supir pete-pete yang mengantarkan saya. Beliau bilang, tidak ada angkutan lagi yang akan mengantarkan saya ke Tanaberru. Harus menunggu pawai gerak jalan ini berakhir. Ya, saya memang melihat gerak jalan yang terdiri atas barisan siswa-siswa SMP dan SMA berjalan dari arah Bulukumba berbelok ke perempatan besar di tengah-tengah Tanaberru. Di perempatan ini, banyak warga menyaksikan acara gerak jalan tersebut. Sebuah miniatur Kapal Phinisi berdiri di tengah-tengah perempatan tersebut. Ada tulisan Menuju Pantai Pasir Putih Bira 18 KM di perempatan tersebut. Hmmm...masih jauh juga ternyata.
Sedikit banyak, kehadiran saya cukup mencolok diantara warga sekitar. Mereka pun bertanya kemana arah tujuan saya. Saya katakan, saya akan berkunjung ke Tanjung Bira. Mereka mengatakan, tidak ada angkutan lagi yang menuju ke Tanjung Bira selama pawai masih berlangsung. Jadi, saya diminta bersabar dan menyaksikan pawai gerak jalan dalam rangka Hari Kemerdekaan Indonesia saja. Sambil menyaksikan, nggak lupa donk saya berfoto-foto wilayah sekeliling. Sambil berfoto, saya ditanya oleh seorang bapak (si bapak nyentrik bener, rambut gondrong, pakai kacamata hitam, bikin saya takut duluan...hihihi...)apakah saya ingin ke Tanjung Bira. Saya katakan ya dan beliau menawarkan jasa angkutan dari Tanaberru menuju Tanjung Bira. Tapi sekali lagi, seperti yang sudah saya dengar daritadi, bapak berpotongan nyentrik dengan kacamata hitam tersebut mengatakan saya harus bersabar, menunggu pawai gerak jalan tersebut selesai. Haha...mari kita menunggu, lagi.

3 komentar:

  1. saya sudah lihat rangkaian tulisan hasil kunjungan dan rekreasi anda ke Kabupaten Bulukumba, mohon izin saya copy paste ke blog http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/, trims

    ReplyDelete
  2. Mohon izin dan mohon maaf, tulisan anda sudah saya copy paste ke alamat http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/2010/12/selamat-datang-di-tana-beru.html, trims

    ReplyDelete
  3. Dear Pak Asnawin,

    Terima kasih atas sambutannya. Kiranya, tulisan saya bisa turut membantu mempromosikan Bulukumba dan Indonesia pada umumnya. Salam.

    ReplyDelete